Wali Kota Solok Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Selama Ramadhan

67 views

Wali Kota Solok dan BBPOM Sumbar melakukan sidak ke Pasar Raya Solok.

SpiritNews.Co, Solok | Wali Kota Solok, Zul Elfian bersama Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Pasi Intel Kapten Indra, Kasi Intel Kejari Yan serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumbar dan Kepala OPD terkait melakukan survei terpadu dalam rangka pemenuhan ketersediaan dan harga sekaligus pengawasan keamanan dan pengambilam sampel pangan oleh BBPOM, Jumat, 25 Mei 2018.

Kemudian pada sore harinya, BBPOM bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Reinier meninjau pusat kuliner atau pasar pabukoan di Pasar Raya Solok.

Wali Kota meninjau langsung ke los daging, mulai dari lokasi berdagang dan kebersihan. Wako mengajak kepada para pedagang untuk menciptakan kawasan los daging yang bersih dan higienis. Peninjauan dilanjurkan ke los ikan dan ayam. BBPOM juga mengambil sejumlah sampel makanan untuk diperiksa.

Wali Kota mengatakan, ketersedian pangan masih aman, selama bulan puasa hingga lebaran. Harga stabil, dan kenaikan masih dalam batas wajar. Bahkan, Pemko akan melakukan operasi pasar jika dibutuhkan, untuk mengawal harga-harga pangan, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Wali Kota dan Tim Terpadu Keamanan Pangan, akan terus melakukan pengecekan ke lapangan, memeriksa ketersedian, kebutuhan dan keamanan pangan.

“Stok masih mencukupi, harga terjangkau. Kemudian dari pemeriksaan BBPOM tidak ditemukan kandungan zat berbahaya,” kata Zul Elfian.

Kepala BBPOM Sumbar, Martin Suhendri mengatakan, permintaan bahan pangan yang meningkat, beresiko untuk dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk menjual bahan pangan ilegal atau bahan pangan yang membahayakan kesehatan. BBPOM mengambil sampel sejumlah bahan pangan, seperti sayur, daging, ikan, dan lainya. Kemudian juga sampel makanan dari pasar pabukoan.

Hasil sampel yang keluar, akan diberikan kepada Pemko Solok dan pihak terkait untuk mengamankan bahan pangan yang terbukti membahayakan kesehatan, dan melakukan pembinaan kepada pedagang. Jika ditemukan barangnya akan diamankan dan disita, jika tidak mematuhi peraturan tentu harus diberikan tindakan tegas. Bahkan BBPOM akan mempidanakan penjual makanan kedaluwarsa dan yang mengandung zat berbahaya lainnya jika setelah tiga kali pembinaan tidak mematuhinya.

“Bahan pangan, makanan, minuman, sayuran, daging, semuanya dilakukan pemeriksaan dilapangan, seluruh laporan hasil pemeriksaan akan diberikan kepada pihak-pihak terkait, dan di Pasar Raya Solok, hingga kini belum ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya,” katanya. (eyn)