Wali Kota Mojokerto Resmi Jadi Tahanan KPK

27 views

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus di KPK.

SpiritNews.Co, Jakarta | Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus resmi mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa sebagai tersangka suap pengalihan anggaran Dinas PUPR. Dia ditahan di rumah tahanan (rutan) belakang Gedung Merah Putih KPK.

Selesai diperiksa sekira pukul 16.50 WIB, Mas’ud keluar dari Gedung KPK dengan pengawalan petugas. Mas’ud mengaku sudah pasrah dengan nasibnya.

“Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT bisa mengikuti proses ini sampai dengan penahanan, mudah-mudahan lancar pada tahap berikutnya,” kata Mas’ud seperti dilansir dari Okezone, Rabu, 9 Mei 2018.

Kuasa hukum Mas’ud Yunus, Mashud mengaku sudah mengetahui bahwa kliennya akan ditahan oleh KPK. Itulah sebab pihaknya enggan mengajukan gugatan praperadilan.

“Kalau praperadilan itu kan tindakan yang sia-sia, itu hanya mempercepat proses, kita beri kesempatan karena prosesnya lama. Kalau kita mau praperadilan harusnya dari lama. Pak Wali berkehendak mengikuti (proses di KPK) dengan baik,” terangnya.

Mas’ud ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengalihan anggaran pada Dinas PUPR Kota Mojokerto. Masud diduga secara bersama dengan Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Wiwiet Febryanto memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Mojokerto.

Pemberian uang yang diduga suap itu untuk mengalihkan anggaran dari Hibah Politekhnik Elektronik Negeri Surabaya menjada anggaran Dinas PUPR Mojokerto.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 junctopasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan pengalihan anggaran hibah PENS (Politeknik Elektronik Negeri Surabaya) menjadi anggaran Program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Mojokerto, tahun anggaran 2017.

Empat orang tersangka tersebut yakni, ‎Ketua DPRD Kota Mojokerto asal PDIP, Purnomo‎, serta dua wakilnya, Umar Faruq dan Abdullah Fanani. Sementara satu tersangka lainnya yakni, Kadis PU Mojokerto, Wiwiet Febryanto. (okz/red)