Usai Tinjau Lokasi Bencana, Ketum SMSI Sambangi Posco Induk Media Crisis Center

21 views

Spiritnews.co (CILEGON) | Usai meninjau langsung beberapa titik wilayah di Provinsi Banten yang terkena dampak tsunami, Ketua Umum (Ketum) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Auri Jaya menyambangi Posco Induk Media Crisis Center (MCC) yang berlokasi di Hotel Grand Mangku Putra, Kota Cilegon, Senin (24/12).

 

Auri Jaya sebagai penanggung jawab MCC mengatakan, dengan dibentuknya posko MCC di Provinsi Banten dan Lampung diharapkan dapat menangkal berita-berita dari berbagai sumber yang belum jelas kebenarannya untuk di verifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan dan trauma kepada masyarakat sekitar terutama korban bencana tsunami akibat erupsi Anak Gunung Krakatau.

 

“Sampai saat ini banyaknya informasi di media sosial yang beredar tentang penanggulangan bencana dan jumlah korban bencana di Banten dan Lampung yang masih belum akurat kebenarannya. Dengan adanya Media Crisis Center ini diharapkan dapat menyaring keakuratan berita agar tidak membuat panik masyarakat,” kata Auri disela kunjungannya di Posko MCC Kota Cilegon.

 

MCC yang merupakan gagasan bersama antara SMSI dan PWI, sebagai pusat informasi berita bencana tsunami Selat Sunda, lanjut Auri diharapkan juga dapat memberikan informasi akurat bagi publik.

 

Pada kesempatan tersebut, Auri menghimbau kepada seluruh wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalis di lokasi penanggulangan pasca bencana tsunami yang menerjang daratan Banten dan Lampung, selain memberikan informasi terkini juga dapat membangun persepsi positif untuk publik.

 

“Bencana tsunami ini kan menimpa kawasan pariwisata di Banten. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Menpar saat mengajak media terapkan jurnalisme ramah pariwisata. Maka melalui MCC ini saya mengajak kepada wartawan untuk mampu membangun persepsi positif masyarakat, supaya tidak trauma dan mampu menata kembali pariwisata di Banten. Saya yakin tidak akan lama pasca bencana, pariwisata di Banten ini akan kembali bangkit,” tutur Auri.

 

Sementara itu, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam FGD Jurnalisme Pariwisata di Lombok belum lama ini tentang letak geografis Indonesia yang berada di titik cincin api bumi membuat rentan terkena bencana alam yang membuat kerusakan dan korban jiwa. Bencana alam pun membuat pariwisata melemah.

 

Dengan demikian, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak media agar dalam kondisi bencana alam tetap bisa memberikan nilai positif kepada pariwisata Indonesia.

 

“Untuk pariwisata, media adalah guardian. Penangkal segala berita buruk. Lewat media, citra pariwisata bisa menjadi baik. Dan jelas hal itu punya impact untuk kunjungan wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

 

Ditambahkan Arief Yahya, media dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Kemajuan dan perkembangan pariwisata akan semakin masif dengan adanya kerja sama dari media. “Untuk itu, media juga harus memahami dunia pariwisata. Ada sinergi dengan pemerintah. Itulah cara untuk memajukan pariwisata Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. (Takin)