Usai Pilkada Serentak, PDIP Akan Umumkan Cawapres Jokowi

38 views

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

SpiritNews.Co, Jakarta | Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut bahwa partainya akan mengumumkan calon pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang usai Pilkada serentak dibeberapa wilayah.

Belakangan ini muncul sejumlah nama yang digadang-gadang akan mendampingi Jokowi di periode keduanya. Mulai dari Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Hasto mengatakan, saat ini pihaknya dan sejumlah partai politik pengusung Jokowi masih disibukkan dengan keperluan Pilkada serentak. Sehingga, pengumuan cawapres Jokowi akan disampaikan usai Pilkada serentak.

“Saya kira sudah sangat jelas apapun kami sependapat bahwa Jokowi yang dicalonkan sebagai presiden. Momentum pengumumannya setelah Pilkada serentak dilakukan,” ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret 2018.

Hasto menjelaskan, usai Pilkada serentak tersebut terlaksana, maka PDI Perjuangan dan sejumlah partai politik lainnya yang turut tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi akan menggelar pertemuan membahas calon pendamping Jokowi.

Hingga kini, jajaran pimpinan PDI Perjuangan juga sedang melakukan upaya konsolidasi politik terhadap sejumlah partai politik. Baru-baru ini, PDI Perjuangan melakukan pertemuan dengan partai PPP. Selanjutnya, akan ada sejumlah partai lain yang akan ditemui.

“Ya kami tentu saja ke parpol PAN akan melakukan dialog, kemudian Nasdem dan parpol yang sudah menyatakan dukungan ke Jokowi sepertiPSI, Perindo kami melakukan dialog bersama sehingga proses komunikasi politik terus menerus kami lakukan,” paparnya seperti dilansir dari Okezone.

Bahkan, Hasto pun mengaku akan menemui partai yang telah mendeklarasikan calon presiden selain Jokowi. Karena, ia meyakini bahwa bangsa Indonesia dibangun dari spirit gotong royong.

“Bahkan katakanlah parpol yang telah mengumumkan calon presiden berbeda dengan Jokowi sekalipun kami akan buka ruang dialog itu. Kami mengambil inisiatif tersebut mengingat bangsa ini dibangun dari spirit gotong royong,” tandasnya.

Sebelumnya, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluncurkan sebanyak 12 nama cawapres yang dianggap layak untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Nama-nama itu yakni dari kalangan militer, Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), mantan Panglima TNI Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan.

Dari kalangan Ormas yakni Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Umum GP Anshor NU Yaqut Chalil Qoumas, kemudian mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin. Sedangkan kalangan partai politik hanya Ketum Golkar Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian.

Kemudian dari kalangan pengusaha, Chairul Tanjung, Nadiem Makarim yang dikenal sebagai pendiri serta CEO Go-jek, pendiri Lion Air Rusdi Kirana. Kemudian kalangan profesional Mahfud MD dan dua perempuan yakni Sri Mulyani, dan Susi Pudjiastuti yang kini sebagai pembantu Jokowi di Kabinet Kerja. (okz/red)