TPSA Cilowong Longsor, Kapolres Serang Kota Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban

29 views

 

Spiritnews.co.id | Serang, – Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Gunung Sari yang mengalami longsor, Selasa, (01/02/2019) kemarin menceritakan segudang cerita dan kesaksian salah satunya yang datang dari Rohidi dan Dodi yang saat itu di lokasi kejadian.

Rohidi (38) yang bekerja sebagai operator beco menjelaskan sekira pukul 15.45 wib dia (Rohidi.red) sedang melakukan pengurugan sampah di TPSA Cilowong di area bagian atas. Namun secara tiba-tiba, gundukan sampah yang sudah ditutupi tanah bergerak dan mengalami longsor sehingga Beko yang sedang dikemudikan terseret longsor dan jatuh ke bawah, namun dirinya berhasil menyelamatkan diri, sehingga selamat dan tidak mengalami luka. Hingga saat ini Beco tersebut masih berada di bagian bawah longsoran, namun tidak tertimbun.

Selanjutnya, Kisah Dodi (45) yang sehari harinya bekerja sebagai harian lepas TPSA menceritakan bahwa dia yang sehari-hari beraktifitas di TPSA dan tinggal di lokasi tersebut, sebelum kejadian dia sedang berada di dalam gubuknya dan sesaat sebelum terjadinya longsor, dia melihat Jemah (45) dan Jaidah (42) sedang memungut sampah di area bawah dekat gubuknya.

Namun, sekira pukul 16.00, kedua perempuan tersebut melihat gundukan tahah tersebut bergerak ke arah mereka seperti akan longsor. Melihat hal tersebut, kedua perempuan berteriak memberitahukan pada Dodi agar lari menyelamatkan diri, ketika mengetahui gundukan tanah di sekitar gubuknya longsor. Namun Dodi tidak sempat melarikan diri dan terseret longsoran, sehingga tertimbun setinggi dada, namun Dodi ahirnya dapat menyelamatkan diri.

Sementara itu, setelah Dodi berhasil menyelamatkan diri, Dodi tidak melihat lagi keberadaan kedua perempuan tersebut hingga saat ini, terang Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi S.ik menceritakan keterangan kedua saksi yang berada di lokasi kejadian longsor.

Berdasarkan informasi penyebab terjadinya longsor akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini, sehingga menyebabkan genangan air di area TPSA bergeser, dan tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah plastik menyebabkan mudahnya longsor, jelas Kapolres Serang Kota.

Sesaat setelah kejadian, sekira pukul 18.00 WIB, Polsek Taktakan memasang garis Polisi di area TPSA dan berkoordinasi dengan BNPB dan dinas terkait lainnya untuk melakukan upaya pencarian di lokasi TPSA, yang diduga kedua perempuan tersebut tertimbun longsoran.

Selain itu, dilakukan pula pencarian dan pengecekan di rumah dan saudara kedua perempuan tersebut, namun tetap saja tidak ditemukan. Karena malam itu tidak juga berhasil menemukan kedua perempuan tersebut dan keadaan cuaca serta medan yang tidak memungkinkan, maka diputuskan pencarian dilakukan pada esok pagi, papar AKBP Firman Affandi S.Ik.

Pencarian korban berikutnya berlanjut pada hari Rabu, (02/01/2019), Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi S.Ik bersama Dandim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo SH dan Walikota Serang H. Safrudin mengunjungi TPSA Cilowong, untuk melihat dan memastikan penanganan pencarian korban yang dilakukan oleh BNPB, Tim SAR dan Basarnas serta memberikan bantuan kepada anggota keluarga korban.

Kapolres Serang Kota berpesan jika cuaca bersahabat, semoga teman-teman dari BPBD dapat melakukan evakuasi secara maksimal, namun perlu diingat bahwa, jangan memaksakan diri jika cuaca tidak mendukung. Jangan sampai niatnya membantu, malah ahirnya kita ikut menjadi korban, tambahnya.

Saat bersamaan, Walikota Serang juga menjelaskan bahwa ini adalah kejadian alam, dengan adanya curah hujan yang cukup deras maka mengakibatkan longsornya tanah di TPSA Cilowong. Sampai hari ini evakuasi akan berlanjut dan akan diperpanjang waktunya hingga tuhjuh hari, namun jika belum ditemukan juga, mudah mudahan Basarnas dapat menambah waktunya hingga sepuluh hari.

Dari tadi malam hingga saat ini sebenarnya sudah dilakukan pencarian dan usaha evakuasi, namun karena tadi malam hujan dan dihawatirkan akan ada longsor susulan, maka pencarian dilanjutkan pada hari ini. Alat berat sudah ada di lokasi satu unit dan satu unit lagi masih dalam perjalanan kesini, pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0602/Serang juga mengatakan, nantinya kami bersama Walikota dan Dinas terkait akan mengevaluasi tentang keberadaan TPSA ini, mengenai struktur tanah, apakah masih layak untuk dijadikan TPSA atau tidak, jika memang masih layak, mungkin sebaiknya ditambahkan lagi Tembok Penahan Tanah (TPT), pungkasnya. (Jk/Dewi))