Terduga Teroris Banten Diperiksa Intensif

294 views

Foto Ilustrasi

SpiritNews.Co, Jakarta | Densus 88 Anti-Teror menangkap empat orang terduga teroris di Cilegon, Banten pada Kamis 23 Maret 2017. Selain di Banten juga ditangkap tiga orang lagi di tempat terpisah pada hari yang sama.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan tujuh orang yang ditangkap ini tengah diperiksa secara intensif guna pengembangan kasus.

“Sekarang masih dalam pengembangan dan pemeriksaan intensif tujuh tersangka yang masih hidup,” kata Martin di Gedung Divisi Humas Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Maret 2017.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan penangkapan berawal di Cikarang Bekasi pada Kamis pukul 05.00 WIB. Di tempat tersebut ditangkap seseorang berinisial SM alias AR (45). Dia berperan sebagai pihak yang mendanai bom Sarinah Thamrin Jakarta Pusat Januari 2016.

SM kata Martin juga membentuk jaringan teroris Indonesia yang berafiliasi ke Filipinana Selatan. Dia, memiliki koneksi langsung ke Filipina Selatan.

“(SM) membeli senjata yang kita ketahui bahwa dua senjata dipakai saat bom Thamrin yang berasal dari pembelian di Filipina. Ada juga beberapa senjata yang dibeli yang masih akan kita dalami,” katanya.

Penangkapan selanjutnya dilakukan di Ciputat Tangerang Selatan pukul 11.10 WIB. Di sana ditangkap pria berinisial BDP yang perannya ikut pelatihan militer di Filipina.

Selanjutnya ditangkap lagi M (45) di Pandeglang, Banten. M merupakan bagian dari kelompok SM yang sebelumnya ditangkap di Bekasi. Merujuk dari penangkapan tersebut tim Densus 88 bergerak menangkap empat orang di Cilegon Banten. Dari penangkapan di Banten ini satu orang terduga teroris tewas terkena tembakan timah panas lantaran mencoba melawan petugas.

“Satu dari empat itu kita juga dalami karena mengalami luka tembak di tangan. Kini masih dalam penanganan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” katanya.

Penangkapan terakhir adalah AJ di Pandeglang sehingga totalnya ada delapan terduga teroris. (red)