Suka Nonton Film Porno dan Raba-Raba Murid, Oknum Guru Cabul Ini Ditangkap Polisi

120 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Solok | Polisi berhasil menangkap oknum guru yang melakukan perbuatan cabul terhadap murid-muridnya, Sabtu, 27 Januri 2018, dan dilakukan penahanan pada hari Minggu, 28 Januari 2018.

Kejadian bermula ketika orang tua korban beserta saksi-saksi mendatangi Unit Rekrim Polsek Bukit Sundi, melaporkan tentang dugaan perkara kejahatan terhadap kesusilaan, yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik.

Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi, waktu kejadian mereka sudah tidak ingat, baik hari, tanggal maupun bulan, dan kejadian terjadi sekira tahun 2017, dengan tempat kejadian adalah ruang Perpustakaan SMPN 3 Bukit Sundi.

Korban sebut saja namanya Melati (17) yang merupakan pelajar Kelas III SMPN 3 Bukit Sundi, mengatakan oknum guru tersebut melakukan perbuatan menyimpang terhadap korban, dan mempertontonkan produk-produk berupa video porno kepada anak di bawah umur.

Pelaku yang bernama Dr.K bekerja sebagai Kepala Sekolah di SMPN 3 Bukit Sundi. Pelaku beralamat di Perumnas Asam Jao, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Berdasarkan keterangan Melati, ada beberapa orang temanya yang juga mendapatkan perbuatan yang sama oleh pelaku.

Melati yang didampingi dengan orang tuanya, serta dua orang saksi yang merupakan pelajar di sekolah yang sama menceritakan kronologi kepada petugas Polres Solok Kota.

Mulanya pelaku mengatakan kepada korban, bahwa pelaku dapat mengobati sakit yang dialami oleh korban dan menawarkan bantuan kepada korban, karena sebelumnya korban pernah mengalami kasus kesurupan di sekolah tersebut.

Pada hari dan tanggal yang korban sudah tidak ingat lagi, pada saat jam pelajaran kosong, pelaku yang telah beristri tersebut, mengajak korban ke ruang pustaka untuk diobati, sesampai diruang pustaka pelaku membuka laptopnya dan mempertontonkan video porno yang kata pelaku bisa mengobati sakit, pelaku pun mulai sambilan meraba-raba kaki dan paha koban.

Pada saat kejadian tersebut datanglah saksi, teman korban, yang kemudian memanggil korban, karena takut korban pun langsung lari keluar ruang perpustakaan itu. Setelah kejadian itu, pelaku pernah mengancam korban agar tidak melapor kepada siapa pun, dengan kata ancaman.

”Jangan sampai tahu siapa pun termasuk guru-guru. Kalau sampai tahu awas kamu, sama bapak dan sama polisi kamu berurusan,” kata korban mencoba menirukan ancaman pelaku.

Pengaduan tersebut disampaikan oleh orang tua korban ke Polsek Bukit Sundi pada hari Jumat tanggal 26 Januari 2018 sekira pukul 11.00 Wib. Setelah menerima pengaduan, Polisi mendatangi TKP, mencatat dan menginterogasi korban dan saksi-saksi, koordinasi pengaduan ke unit PPA Polres Solok Kota dan melaporkan ke Ka.

Saat mendapat laporan tersebut Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan memerintahkan kepada jajaranya untuk segera membuat LP, memeriksa korban dan saksi, dan membuat surat penangkapan, dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dan langsung di BAP serta menyita laptop pelaku.

Saat masih membuat laporan, masih ada sebanyak 5 orang lagi yang datang didampingi orang tua korban dan wali nagari ke Polsek tersebut, untuk mendampingi korban yang sedang dimintai keterangan.

Dari sejumlah keterangan saksi dan korban, pelaku meraba-raba tetapi tidak memperlihatkan video porno, seperti yang dialami Melati. Diperkiraan masih ada korban yang lainnya yang belum melaporkan perlakuan Kepala sekolah Drs.K tersebut.

“Dari keterangan korban kepada petugas, perbuatan pelaku yang tidak patut dan wajar tersebut telah terjadi lebih dari satu kali dan teman-teman korban yang lain. Dikatakanya pernah mendapatkan perbuatan tidak wajar yang sama dari seorang oknum tenaga pendidikan tersebut. Akibat dari kejadian tersebut, korban merasa takut dan cemas sekolahnya akan bermasalah,” Kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan kepada wartawan, Selasa, 30 Januari 2018.

Pelaku kini ditahan dengan dugaan melanggar Pasal 76 E yo Pasal 82 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 yo Pasal 11 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. (EYN)