Soal Pembentukan TGPF Kasus Novel, Pegawai KPK Akan Kirim Surat ke Presiden

23 views

Penyidik KPK Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di kediaman Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu, 17 Juni 2018.

SpiritNews.Co, Jakarta | Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat itu terkait permintaan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“Secepatnya kami akan kirim surat kepada Presiden mengenai penuntasan kasus Bang Novel dan pembentukan tim pencari fakta,” kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu, 17 Juni 2018.

Selain itu, menurut Yudi, WP KPK akan menyampaikan surat kepada lembaga keagamaan dan lembaga nasional lainnya mengenai pembentukan tim pencari fakta.

WP berharap agar tokoh keagamaan dan lembaga nasional tersebut siap apabila nantinya diminta menjadi anggota tim pencari fakta. WP KPK menilai, pembentukan tim pencari fakta adalah bukti keseriusan pemerintah untuk menuntaskan kasus yang menimpa Novel.

Lebih dari itu, menurut Yudi, pembentukan tim tersebut bisa membuktikan bahwa Presiden peduli pada pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pegawai KPK menganggap serangan yang menimpa Novel bisa saja menimpa siapapun, baik pegawai KPK maupun aktivis antikorupsi. Jika hal itu dibiarkan, dikhawatirkan pemberantasan korupsi di Indonesia akan terganggu. Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu.

Hingga lebih dari setahun, kasus tersebut belum terungkap. Sampai saat ini, belum ada satupun terduga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. WP KPK akan mendorong agar para pelaku dapat segera diungkap oleh kepolisian.

“Tim gabungan pencari fakta ini akan jadi titik cahaya bagi dunia Bang Novel yang sekarang gelap,” kata Yudi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebelumnya mengatakan, Polri belum patah semangat mengungkap tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Kami tidak main-main. Saya kan berapa kali bilang, kami optimistis bisa terungkap. Ini hanya masalah waktu,” ujar Setyo.

Setyo mengatakan, saat ini belum perlu dibentuk tim gabungan pencari fakta. Padahal, cukup besar desakan ke pemerintah untuk membentuk tim itu. Menurut Setyo, Polri masih mampu melakukan penyidikan sendiri bekerjasama dengan KPK.

“Karena TGPF ujungnya ke mana? Kan penyidikan juga, karena TGPF kan tidak bisa langsung ke kejaksaan,” kata Setyo.

Presiden Joko Widodo ingin mendengarkan terlebih dahulu laporan terakhir dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terkait kasus Novel Baswedan. Hal itu dilakukan sebelum memutuskan apakah akan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) atau tidak.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta agar pemerintah tidak didesak soal pembentukan TGPF.

Wiranto mengatakan, terkait hal ini pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat.

“Enggak ada desakan ya, pemerintah itu enggak usah didesak-desak, pemerintah itu dalam melaksanakan tugasnya selalu konstruktif, selalu melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Wiranto. (kpc/red)