Soal Koalisi, PAN Serahkan Nasib ke Presiden Jokowi

211 views

Ketua PAN, Zulkifli Hasan.

SpiritNews.Co, Jakarta | Partai Amanat Nasional (PAN) mengikuti langkah Gerindra, PKS dan Demokrat, memutuskan walk out dari sidang paripurna pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Pemilu di DPR pekan lalu. Aksi ini terbilang di luar dugaan karena PAN belum lama bergabung dengan pemerintah.

“PAN memang beda sendiri dengan partai lainnya,” kata Ketua PAN Zulkifli Hasan ketika ditemui awak media di lobi Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juli 2017.

Sementara Sekretaris sekaligus Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menimpali, sejak awal bergabung dengan pemerintah pun, partainya sudah sering mengambil pendapat berbeda.

Ia mencontohkan ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. PAN sudah menyarankan Presiden Joko Widodo untuk mengalihkan dukungan dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Begitu juga kami sampaikan ke Megawati dan yang lain. Kami bilang enggak mungkin Ahok akan menang karena begini-begini. Kami sarankan mengusung calon lain, tetapi mereka semua menolak,” ujarnya.

Namun sekarang semua bisa melihat bahwa prediksi PAN benar. Menjatuhkan pilihan kepada pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno adalah keputusan yang tepat. Mereka menang telak, sementara petahana berakhir dibui.

“Nah, kemudian yang kedua ialah RUU Pemilu. Itu kami sudah carikan titik temunya, karena UU Pemilu ini kan menyangkut hajat hidup semua parpol. Maka PAN menawarkan kuota hare dan presidential threshold 0%,” sambungnya.

Yandri menegaskan, bagaimana pun inikan pemilihan serentak. Jadi ambang batas pencalonan presiden sudah tidak masuk akal lagi.

Pada tahap ini, PAN sudah kentara lagi-lagi tidak sejalan dengan koalisi pemerintah. Meski begitu, kata Yandri, dalam hal lain mereka masih punya kesepahaman dengan pemerintah.

“Tapi kalau dikaitkan dengan dua isu di atas, betul kalau PAN sudah enggak sejalan, tidak solid lagi dengan pemerintah. Hanya saja sekarang kami masih berada di koalisi pemerintah, itu nanti terserah Presiden Jokowi mau mengeluarkan PAN dari koalisi atau tidak,” pungkasnya. (red)