Soal Kabar Gempa Mahadasyat di Banten, Ini Penjelasan Resmi BMKG

50 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Serang | Terkait beredarnya kabar yang meresahkan masyarakat mengenai gempa mahadahsyat di Banten, BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang.

Kabar itu beredar melalui artikel di sebuah situs yang mengaitkan pernyataan dari salah seorang Kepala Daerah di Banten dengan kabar tentang gempa besar. Disebutkan bahwa bakal terjadi gempa mahadahsyat di Banten.

BMKG, sebagai lembaga yang menangani persoalan kegempaan, merasa sangat perlu menanggapi kabar tersebut. Apalagi, menurut pihak BMKG, kabar itu masuk kategori meresahkan masyarakat.

Berikut ini penjelasan BMKG mengenai kabar itu:

Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan pada sebuah media online pada tanggal 29 Januari 2018 yang meresahkan masyarakat bahwa Kabupaten Lebak diprediksi berpotensi mengalami gempa maha dahsyat, maka dengan ini BMKG menyatakan bahwa:

1. BMKG tidak pernah mengeluarkan pernyataan prediksi bahwa akan terjadi gempa maha dahsyat berkekuatan M 9,2 di Kabupaten Lebak.

2. Zona subduksi selatan Jawa Barat dan Banten memang memiliki potensi gempa berkekuatan M 8,7 sama seperti yang dipublikasikan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen). Namun demikian perlu diketahui, bahwa hingga saat ini di negara manapun, termasuk negara-negara dengan riset gempa sangat maju menunjukkan bahwa gempa kuat belum dapat diprediksi dengan tepat dan akurat: kapan, berapa kekuatan, dan dimana akan terjadi. Akan tetapi sepatutnya masyarakat dengan bijak menyikapi potensi tersebut dengan meningkatkan kesiapsiagaan, tidak perlu panik dan ketakutan berlebihan.

3. Terkait dengan aktivitas gempa susulan Selatan Banten, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa hingga saat ini telah terjadi gempa susulan sebanyak 63 kali. Gempa susulan terakhir terjadi hari Selasa 30 Januari 2018 pukul 09.57.17 WIB dengan kekuatan M 2,6. Kekuatan gempa susulan tampak terus melemah dan frekuensi kejadiannya semakin jarang, sehingga sangat kecil potensi terjadi gempa susulan dengan kekuatan besar.

4. Hasil monitoring BMKG selama periode 2009-2017 terhadap aktivitas gempa di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Samudra Hindia menunjukkan pola yang fluktuatif dan tidak ada kecenderungan yang mengarah kepada adanya peningkatan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

5. Kepada seluruh lapisan masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan pastikan masyarakat mendapatkan informasi terkait aktivitas gempabumi bersumber dari BMKG.

Demikian pernyataan resmi dari BMKG, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Jakarta, 1 Februari 2018
Deputi Bidang Geofisika BMKG

Dr. MUHAMAD SADLY, M.Eng.

(dewi/gbn)