Soal Insiden Wings Air, Ini Penjelasan Ditjen Perhubungan Udara

264 views

SpiritNews.Co | Pesawat Wings Air rute penerbangan Bandung-Semarang, tergelincir di bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu 25 Desember 2016. Insiden tersebut membuat bandara Ahmad Yani ditutup sementara waktu, hingga pukul 21.40 WIB.

Penutupan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada petugas dan tim dari KNKT untuk mengevakuasi pesawat ATR 72-600 Wings Air yang mengalami overshoot di runway 13.

Pesawat akan dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu operasional penerbangan, sambil menunggu investigator KNKT melakukan investigasi.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Kerjasama Ditjen Perhubungan Udara Agoes Subagio, Direktorat Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan Notam terkait hal tersebut. Yaitu B8011/16 NOTAMR B8009/16 dan B8016/16 NOTAMR B8011/16 (Closed Runway).

“Terkait hal tersebut, kami mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan antisipasi dan melakukan pelayanan kepada penumpang yang terdampak delay dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan bandara, dipastikan terjadi pergeseran slot dan penundaan penerbangan (delay) untuk penerbangan dari dan menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang. Untuk itu pihak maskapai dan bandara dihimbau untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.

Untuk sementara beberapa pesawat yang akan masuk, dan kemudian pindah mendarat ke bandara lain (divert) di antaranya:

– GIA 244 RTB jkt

– KAL 966 divert Surabaya,

– Wing1803 divert Surabaya

Sedangkan yang akan berangkat dan tertunda di antaranya:

-SLK 103 tujuan ke Singapura.

Seperti diketahui, pesawat ATR 72-600 Wings Air no penerbangan IW 1896 yang berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung tujuan Bandara Ahmad Yani, Semarang mengalami overshoot di Bandara Ahmad Yani. Pesawat mengalami crash di dekat Taxiway D setelah mendarat dari arah runway 13 pada pukul 18.24 WIB. Posisi pesawat di runway sehingga menghalangi operasional pesawat lain.

Pilot yang memimpin penerbangan di pesawat tersebut adalah Kapten George Tarun Rajan. Terdapat 68 penumpang dan 4 empat kru yang semuanya dalam keadaan selamat. (red)