Sipol Dinilai Jadi Faktor Pengaruhi 13 Parpol Tak Lolos di KPU

139 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Jakarta | Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini melihat salah satu faktor 13 parpol dinyatakan tidak lolos pendaftaran administrasi peserta pemilu di KPU bisa jadi dipengaruhi oleh sistem Sipol yang tidak transpran saat diterapkan oleh KPU.

“Kami juga memiliki catatan bahwa sipol memang pada awalnya agak kurang diakses transparan dan penggunaan sipol mestinya manjadi refleksi agar pembentukan sistem informasi atau teknologi KPU ke depan sudah di rencanakan dengan transparan, melibatkan pemangku kepentingan dan bisa diakses oleh publik,” ujar Titi dalam acara diskusi membahas Evaluasi hasil pendaftaran Parpol pemilu 2019 di D’Hotel, Jakarta Selatan, Minggu, 22 Oktober 2017.

Akan tetapi, Titi juga melihat adanya sisi positif dari Sipol yang baru terapkan pada pemilu 2019. Ia pun menilai keberadaan Sipol justru menjadi menguatkan kelembagaan suatu Partai.

Secara umum kami memandang positif karena kami melihat sipol ini bisa menjadi demokratisasi internal partai dan juga penguatan kelembagaan partai. Sipol sebenarnya bisa menjadi instrumen awal modal partai untuk melakukan kerja-kerja di pemenangan 2019. Karena dengan sipol mereka terbantu untuk membangun konsolidasi data maupun keanggotaan yang bisa digunakan sebagai basis untuk membangun strategi pemenangan di pemilu,” jelas Titi.

Selain itu, Titi mengatakan bahwa 13 Parpol yang tidak lolos administrasinya karena tidak lengkap oleh KPU bisa melakukan aduan ke Badan Pengawas Pemilu. Tetapi bila memang parpol tersebut memang tidak siap dalam proses administrasi tersebut sebaiknya tidak membuat aduan ke Baswaslu.

“13 parpol ini harus diberi ruang untuk keadilan elektoral, karena bagaimanapun bagian dari mereka untuk mencari keadilan. Kalau kami berpandangan mereka bisa ke bawaslu kalau mereka keberatan, kalau tidak ya tidak perlu melapor,” tukas Titi. (red)

 

KPU Polemik Sipol Sipol