Silaturahmi Dengan PWI Banten Dan MCC, PHRI Bahas Recovery Pariwisata Banten

57 views

Spiritnews.co (Cilegon) | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten bersama dengan Masyarakat Pariwisata Banten yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPF Banten mengadakan silaturahmi di Asa Japanese Restaurant Kota Cilegon. Rabu (30/01/2019).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sukarjo Ketua BPD PHRI Pandeglang, Siswanto GM Pisita Anyer, Abdul Ghafur GM Jayakarta Anyer, Tungki T. GM. Pondok Layung, Agus Jaenal BPD PHRI Kabupaten Serang, Agus S. Setiadi PHRI BPD Kota Serang, serta pengurus PWI Banten, PWI Kabupaten Serang dan PWI Kota Cilegon.

Pertemuan PWI Banten dengan PHRI BPD Banten yang dihadiri oleh Ketua Media Crisis Centre (MCC) Pusat yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus ini, membahas terkait dengan pengembangan dan promosi pariwisata yang ada di Provinsi Banten khususnya pemulihan kembali pasca bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada akhir tahun 2018 lalu.

Sukarjo Ketua BPD PHRI Pandeglang dalam silaturahmi tersebut mengatakan untuk menyikapi permasalahan yang ada terutama atas dampak bencana Tsunami Selat Sunda terhadap Pariwisata Banten ini perlu ada kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam meringankan biaya bagi pengelola hotel dan restauran yang terdampak. Salah satunya yaitu pajak daerah diliburkan dahulu, karena menurutnya, upaya ini akan membantu pengelola hotel.

“Keringanan-keringanan ini perlu diberikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Jadi melalui media ini kami menagih janji kami dari pemerintah,” katanya.

GS. Ashok Kumar, Ketua Harian PHRI BPD Banten mengungkapkan beberapa faktor terkait dengan dampak tsunami yang melanda wilayah pesisir Banten terutama merosotnya industri pariwisata Anyer, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

“Dampak dari tsunami selat sunda di pesisir Banten ini sangat luar biasa untuk pariwisata. Pendapatan industri Pariwisata sangat merosot sekali,” tutur Ashok Kumar.

Ashok Kumar juga mengatakan pemulihan industri pariwisata atas dampak bencana Banten kemarin harus didukung oleh seluruh pihak, terutama oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

“Harapan kami adanya recovery dari seluruh pihak untuk memulihkan pariwisata di Banten ini. Kami juga meminta bantuannya kepada kawan media. Kami tidak akan mengeluh, kami akan action langsung untuk memulihkan Pariwisata di Banten ini,” katanya.

Kedepan, dengan menginventarisir masalah akibat dampak tsunami di pesisir Banten tersebut, Lanjut Ashok, pihak PHRI BPD Banten akan melakukan beberapa gagasan dengan menghadirkan wisata baru di daerah Anyer sampai Tanjung Lesung.

“Wilayah Pariwisata Anyer ini kedepannya akan kami jadikan smart tourism remodeling wisata buatan. Kami akan menghadirkan wisata buatan yang menarik wisatawan. Selain itu kami juga akan mengadakan beberapa event yaitu Media Fun Tour, Festival in Anyer dan terdekat, kami akan menggelar Lunar Festival,” ujar Ashok.

Sementara itu, Ketua Umum Media Crisis Center (MCC) Pusat Firdaus menuturkan dengan adanya silaturahmi antara PWI Banten dengan PHRI Banten ini dapat bersinergi dan membantu recovery pemulihan Pariwisata Banten pasca bencana.

“Peran masyarakat pers ini sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata di Banten. Dengan sinergi ini permasalahan yang ada dapat segera dicarikan solusinya. Terutama agar pemerintah pusat juga memberikan respon yang cepat terhadap pemulihan Pariwisata Banten,” ujar Sekjend SMSI Pusat.

Kedepan melalui MCC yang merupakan gagasan dari SMSI dan PWI, Firdaus mengatakan akan komitmen dan konsisten dalam membantu pemulihan pariwisata di Provinsi Banten.

“MCC akan konsisten dan komitmen untuk membantu pemulihan pariwisata di Banten, salah satunya melalui publikasi agar merubah pola pikir publik bahwa Pariwisata di Anyer dan Banten sudah aman,” tuturnya. (*)