Kota Berjuluk Serambi Madinah Siap Gelar MTQ Provinsi

61 views

SpiritNews.Co, Solok | Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Solok ke 38 berjalan sukses, even keagamaan ini diselenggarakan dari tanggal 13 – 16 April 2018. Rangkaian kegiatan pembukaan MTQ dimulai dengan Pawai Ta’aruf dari Lapangan Merdeka ke Masjid Agung Al-Muhsinin, serta dimeriahkan tarian perpaduan khas Minang dan Timur Tengah.

Pergelaran MTQ ini juga sebagai pemanasan bagi Kota Solok jelang menjadi tuan rumah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2019.

Sebanyak 950 Qori dan Qoriah dari 13 Kafilah yang berasal dari kelurahan se- Kota Solok berjuang menunjukan kemampuan terbainya, dalam 12 cabang perlombaan. Rangkaian kegiatan MTQ ini dilaksanakan di sejumlah titik yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Muhsinin.

MTQ dinilai tepat untuk meransang semangat belajar generasi muda, menimba ilmu Al-Quran. Turut hadir pada pembukaan MTQ, Walikota Solok Zul Elfian, Wakil Walikota Solok Reinier, Gubernur Sumbar yang diwakili Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan Muhammad Yani.

Pada Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota Solok ke 38 ini, Kecamatan Lubuk Sikarah bertindak sebagai tuan rumah yang tersebar di 11 mesjid dan sekolah, mempertandingkan sebanyak 28 cabang perlombaan MTQ. Adapun cabang lomba tersebut yaitu Tilawah TK, Khutbah Jumat, Tafsir Bahasa Arab, Tartil Dasar, Syahril Qur’an, M2IQ, Tilawah Remaja, Fahmil Qur’an, Kitab Standar, Khat Naskah, Khat Hiasan Mushaf. Selanjutnya, Tahfidz Lansia Non Tilawah, Tartil Menengah, Tilawah Cacat Netra (Canet), Qiraat Al Qur’an, Tahfidz 1 Juz Tilawah dan Non Tilawah, Tilawah Anak-anak, Tahfidz 5,10,20,30 Juz Tilawah & Non Tilawah, Tilawah, Tafsir Bahasa Indonesia, Tartil Menengah, Tartil Umum, Khat Dekorasi, Khat Kontemporer.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Muhammad Yani mengungkapkan, dengan adanya momentum MTQ tingkat Kota Solok tentunya dapat meningkatkan nilai ukhuwah ummat serta memberikan efek positif bagi peserta dan masyarakat untuk lebih menggali isi Al-Quran.

Dia mengajak peserta, panitia mupun juri untuk menjalankan lomba dengan sportif dan profesional, sebab hasil MTQ juga akan menentukan Kafilah Kota Solok untuk MTQ Nasional tingkat Sumbar nantinya.

M. Yani juga menyampaikan penyelenggaraan MTQ ini dapat dijadikan tolak ukur bagi Kota Solok untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Sumatera Barat tahun 2019 mendatang.

Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan, ajang MTQ Nasional Tingkat Kota Solok merupakan salah satu media dalam menumbuhkan semangat belajar generasi muda dalam mempelajari ilmu membaca maupun menghafal serta memahami isi Al-Quran. Tentunya juga sekaligus sebagai media dalam menjaring bibit-bibit Qori dan Qoriah terbaik tingkat Kota Solok.

Diakui Zul Elfian, banyaknya bibit pembaca dan penghafal Al-Quran tidak lahir begitu saja, namun melalui melalui proses dan bimbingan dari guru mengaji dan MDTA, yang mengajar penuh dengan dedikasi dan keikhlasan.

“Melalui MTQ ini kita ingin Kota Solok sebagai kota beras serambi madinah,dimana masyarakatnya menjadikan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan dan norma agama dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Zul Elfian.

Wali Kota juga menjelaskan, dengan MTQ kita akan semakin dekat dengan Quran, semakin cinta dengan Quran, sehingga quran menjadi pedoman dan pegaangan dalam hidup.

“Insya Allah, Kota Solok adalah Kota Beras Serambi Madinah, Kota yang diberkahi, karena semua masyarakatnya beriman,” tegasnya.

MTQ ini merupakan momentum untuk menciptakan Kota Solok sebagai kota beras serambi madinah. Oleh karena itu, para kafilah diminta untuk berlomba dengan menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran dan menjauhi cara cara yang bertentangan dengan Al Quran dalam meraih kemenangan.

Lebih jauh ia minta kafilah untuk serius dan mengeluarkan segenap kemampuannya dalam berlomba, demi menjaga martabat dan gengsi kelurahan. Namun demikian,dalam meraih kemenangan,kafilah tidak dibenarkan merusak hubungan silaturahhim.

Apabila berhasil sebagai pemuncak, kafilah jangan berpuas diri. Melainkan lebih giat lagi mengasah kemampuan,sebagai persiapan lomba tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan diadakan di Kota Solok pada tahun 2019.

Tujuan lomba itu sendiri, adalah untuk menghasilkan kafilah berkualitas,baik bertaraf nasional maupun internasional. Oleh karena itu, dewan juri Musabaqah Tilawati Quran (MTQ) semestinya bertindak adil dan tidak memihak dalam pemberian penilaian.

Kategori Fahmil Quran Paling Meriah

Ada banyak kategori perlombaan dalam MTQ, salah satunya adalah Fahmil Quran, yang merupakan cerdas cermatnya MTQ, yang digelar di SMA 3 Kota Solok. Fahmil Quran merupakan perlombaan dalam hal penguasaan pemahaman dan pendalaman Al-Qur’an, dengan penekanan pada pengungkapan ilmu Al-Qur’an dan pemahaman tentang kandungan suatu ayat.

Fahmil Quran, dikemas dalam bentuk cerdas cermat, perlombaan menampilkan setiap regu dengan peserta tiga orang dan satu orang sebagai ketua regu atau juru bicara. Sistem yang dipakai adalah penyisihan, semifinal hingga final. Fahmil Quran memiliki sejumlah materi, bahkan materi-materi dari ketegori MTQ yang lain.

Soal-soal dalam Fahmil Quran, meliputi akidah, syariah, akhlak, Ulumul Qur’an, bahasa Arab, dan Inggris, menerjemahkan Al-Qur’an dan Hadis, kemasyarakatan, lingkungan hidup, kependudukan, kesejahteraan, kerukunan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan masih banyak lagi. Selain itu juga ada ilmu tajwid, ilmu tafsir, kisah‐kisah dalam Al-Qur’an, sejarah Islam (Tarikh), sejarah perkembangan Islam di Indonesia, seni baca Al-Qur’an dan lain‐lain.

Dalam perlombaan, setiap tim berebut untuk menjawab soal-soal yang diberikan juri. Tim yang meraih nilai tertinggi, akan terus mengalami kenaikan hingga ke semifinal dan final. Para peserta yang mengikuti Fahmil Quran, merasa bangga dan siap meraih juara, namun soal-soal yang keluar tidak pernah bisa didikte, sehingga persaingan antara tiap tim memang cukup sengit.

Ternyata melatih dan mengasah otak tentang berbagai pengetahuan Islam dan Quran ini, cukup membuat para peserta antusias, dengan berbagai bekal pemahaman yang telah disiapkan. Selama dua hari digelar cabang Fahmil Quran menghasilkan juara-juara yang memiliki pengetahuan luas tentang Quran.

Pada Golongan Fahmil Qur’an Putra, Juara 1, FQ 18, Rafi CS utusan PPA dengan Nilai 1475, Juara 2, FQ 20, Yendri Saputra CS utusan Tanah Garam dengan nilai 655, Juara 3, FQ 02, Eriq Sinanya Noviardi CS utusan Tanjung Paku dengan nilai 475, Juara 4, FQ 12, Ahmad Tio Maulana CS utusan VI Suku dengan nilai 275.

Kemudian Golongan Fahmil Qur’an Putri Juara 1, FQ 15, Krisna Wida Yanti CS utusan Simpang Rumbio dengan nilai 625, Juara 2, FQ 01, Helta Septia Parehan CS utusan Tanjung Paku dengan nilai 560, Juara 3, FQ 03, Wardatul Humairah CS utusan KP Jawa dengan nilai 550, Juara 4, FQ 05, Nabila Firdansyah CS utusan Koto Panjang dengan nilai 250.

Kelurahan PPA Juara Umum

Pada penutupan MTQ, Senin (16/4), Kelurahan Pasir Pandan Air mati (PPA) kecamatan Tanjung Harapan berhasil keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tingkat Kota Solok ke-38.

Ini merupakan kali keempatnya kafilah dari kelurahan PPA berhasil menjadi yang terbaik sepanjang perhelatan MTQ Nasional tingkat Kota Solok. Keberhasilan kafilah kelurahan PPA menjadi juara umum ditandai dengan penyerahan piala bergilir secara simbolis oleh Wali Kota (Wako) Solok Zul Elfian dan Wakil Wali Kota (Wawako) Solok Reinier kepada lurah PPA Fauzan Suzazi yang turut didampingi Camat Tanjung Harapan Zulkarnaini.

Terkait pelaksanaan MTQ tingkat Kota Solok ke 38, Wako mengaku perhelatan MTQ yang diperlombakan sejak 13-16 April 2018 tersebut menjadi salah satu pelaksanaan MTQ yang terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan MTQ tingkat Kota Solok, meskipun hanya dipersiapkan dalam kurun waktu yang singkat.

“Alhamdulillah berjalan dengan sangat baik. Informasinya, Kota Solok merupakan daerah tercepat melaksanakan MTQ nasional tingkat Kota/Kabupaten di Sumatera Barat tahun 2018,” kata Zul Elfian ketika menutup secara resmi MTQ Nasional tingkat Kota Solok ke 38 di Komplek Masjid Agung Al-Muhsinin, Senin (16/4).

Pada dasarnya, sebut pria yang akrab disapa buya ini, MTQ merupakan sebuah ajang untuk kembali membangkitkan kecintaan terhadapa Al-Quran, sebagai umat muslim, sudah semestinya kita memakmurkan rumah, tempat ibadah dengan bacaan Al-Quran.

Zul Elfian menjelaskan, Alquran dan Hadits merupakan pedoman yang wajib diikuti dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tentunya, tindak-tanduk yang dilakukan dalam kehidupan haruslah berlandaskan dua pusaka yang ditinggalkan baginda Nabi Muhammad SAW.

Semarak MTQ tingkat Kota Solok ke 38 juga menjadi momentum mempersiapkan Qori dan Qoriah terbaik Kota Solok jelang perhelatan MTQ tingkat Sumbar di Kota Solok tahun 2019 mendatang.

Ribuan Qori dan Qoriah dari daerah lain akan berdatangan ke Kota Solok. Tentu harus dipersiapkan dengan lebih matang lagi.

“Meski masih ada kekurangan dalam pelaksanaan MTQ kali ini, saya yakin akan menjadi evaluasi untuk mensukseskan MTQ Kota Solok selanjutnya dan MTQ Nasional tingkat propinsi tahun 2019 nanti,” pungkas Zul Elfian. (eyn)