Sejumlah Industri di Bojonegera dapat Pasokan Air dari PT.SBS yang Sedot Air Irigasi Sawah Warga

260 views

SpiritNews.Co, Serang | Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah persawahan di wilayah daerah aliran irigasi Pamarayan Barat mengalami kekeringan. Diduga kekeringan sawah para petani tersebut disebabkan aktivitas industri dan PDAM.

Hal ini seperti dikeluhkan warga Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Warga mengeluhkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan PT.Sauh Bahtera Samudra (PT.SBS) yang menyebabkan para petani merugi karena mengalami kegagalan panen.

Bahkan, keluhan tersebut bukan hanya dirasakan Desa Kenari saja, Warga Kampung Margasana juga merasakan kesulitan air untuk lahan pertanian mereka karena pasokan air irigasi pamarayan barat tersebut diduga habis disedot oleh perusahaan penyalur air tersebut.

Menurut pantauan awak media di lokasi, perusahaan tersebut menyedot air secara diam-diam dari aliran irigasi Pamarayan, dan perusahaan itupun menggunakan lebih dari satu mesin penyedot air dari sungai.

Sementara, menurut dari salah seorang tokoh masyarakat setempat, Halimi (56), di sungai tersebut ada sekitar empat mesin penyedot air.

“Di Sungai itu kalau lagi surut suka keliatan mesinnya. Ada sekitar empat mesin sedot. Akibatnya untuk pengairan pesawahan warga tidak kebagian, sudah habis kesedot semua,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh awak media, PT.SBS menyalurkan air ke sejumlah industri yang ada di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, kurang lebih ada sekitar 72 perusahaan yang mendapatkan air bersih dari perusahaan tersebut.

“Memang benar kami membeli air bersih dari dari PT.SBS. Tapi bukan untuk produksi, karena kami memang tidak produksi air, dan dalam satu bulan paling kurang lebih hanya sekitar 1.500 meter kubik saja,” kata Sukarmin yang menjabat sebagai JE di PT REJEKO saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon.

Hal senada dikatakan perwakilan Humas PT PLN, Murdani. “Memang benar perusahaan kami mendapat pasokan air dari PT SBS, tapi untuk banyaknya air yang dipakai saya tidak tau pastinya karena harus di cek dulu,” pungkasnya. (Dewi)