Sate Padang Isi Sabu Diselundupkan ke Lapas Solok

79 views

SpiritNews.Co, Solok | Lagi-lagi Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), gempar dengan kasus narkoba. Pelaku yang diketahui bernama Rino (23) ini menyelundupkan shabu dengan cara memasukanya ke dalam bungkus sate, pada Senin, 29 Janauri 2018 sekitar pukul 18.00 Wib ke Lapas Kelas II B Solok, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok tepatnya di Ruangan Pengamanan Pintu Utama Lapas.

Peristiwa ini bermula saat Rino datang ke Lapas dan menitipkan empat bungkus sate untuk tahanan yang bernama Panji.

Panji sendiri merupakan tahanan Lapas yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba di salah satu Radio Swasta beberapa waktu lalu. Sebelum diberikan ke Panji, petugas Lapas melakukan pemeriksaan terhadap sate yang dititipkan tersebut.

Saat itu, petugas menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik warna bening yang terselip di salah satu bungkus sate.

Kemudian petugas Lapas mengamankan tersangka dan barang bukti, dan petugas Lapas menghubungi anggota Sat Resnarkoba dan melaporkan kejadian tersebut. Setelah sampai di TKP, anggota Sat Resnarkoba langsung mengamankan tersangka dan barang bukti serta membawa ke Polres Solok Kota untuk penyidikan lebih lanjut.

Kepada petugas pelaku mengaku bekerja sebagai penjaga Kantor Golkar Kota Solok, di Jalan Parak Indah RT 02 RW 02 Kelurahan IX Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

Petugas juga mengamankan satu paket yang diduga narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik warna bening dengan berat kurang lebih 2 gram, 1 buah hand phone merk Xiomi warna putih, 4 bungkus sate, 1 unit Sepeda motor merk Honda Beat warna putih striping merah No Pol BA 4493 PT, beserta kunci kontak.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengatakan, narkoba tersebut merupakan pesanan dari tahanan yang ada di dalam.

“Shabu dimasukan ke dalam sate. Beruntung berhasil ditemukan petugas Lapas, sehingga tidak masuk ke dalam Lapas. Pelaku kini diamankan di Mapolres untuk dilakukan pengembangan dan penyidikan,” katanya. (EYN)