Ribuan Warga Hadiri Istigosah dan Dzikir Kebangsaan di Alun-Alun Kota Serang

615 views

SpiritNews.Co, Serang | Ribuan warga dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengikuti kegiatan Istigosah dan Dzikir kebangsaan di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa malam, 16 Mei 2017.
Istigosah dan Dzikir kebangsaan dalam rangka HUT ke 71 Kodam lll/Slw dan Ke 51 Korem 064/My ini dihadiri penceramah agama Maulana Al-Habib Muhamad Luthfi bin Ali bin Yahya, kurang lebih 15.000 orang gabungan TNI/Polri dan santriwan santriwati Se Prov Banten.

Turut hadir juga, H. Andika Hazrumi (Wagub Banten), Brigjen Pol. Drs. Listio Sigit Prabowo.Msi (Kapolda Banten), Kolonel Czi. Ito Hediarto S.Sos. M.Si (Danrem 064/MY), Asep Rahmatulloh (Ketua DPRD Prov Banten), H. Ranta Suranta (Sekda Prov Banten), Kolonel Kav Hary Raharjo (Mewaikili Kabinda Banten), Hj Ratu Tatu Chasanah (Bupati Kab Serang), H. Sulhi (Wakil Wali Kota Serang), Letkol inf. Athobari (Kasrem 064/My), Para Dandim jajaran Korem 064/MY, Kapolres Kab/Kota Serang Jajaran Polda Banten, Kabalak jajaran Korem 064/MY, Letkol Laut Muanau (Lanal Banten), Perwakilan Dan Gruf 1 Kopasus, H. Romli (Ketua MUI Prov Banten), Kemenag Prov Banten, Kakanwil hukum dan Ham Prov Banten, Kepala BNN Prov Banten, Kejaksaan Tinggi Prov Banten, KH Abuya Muhtadi, Ulama, Kiyai dan Pimpinan Ponpes Se-Prov Banten, Toga, Tomas dan Toda Se-Prov Banten.

Danrem 064/MY, Kol Czi Ito Hediarto dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan Istighosah dan dzikir kebangsaan diselenggarakan bersama segenap unsur TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat Provinsi Banten bertujuan untuk mendoakan agar negara Indonesia diberikan perlindungan keamanan, dijauhkan dari fitnah dan perpecahan serta kekuatan dalam menjaga kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

“Kami mengajak semua komponen bangsa untuk terus menjaga kebhinekaan Tunggal Ika yang kita sepakati, dengan itu Indonesia akan dapat menjadi bangsa yang majemuk besar dan kuat serta solid,” ujarnya.

Danrem mengatakan, banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah terpecah-belah, tercerai-berai karena tidak mampu menjaga kemajemukan, keberagaman perbedaan jangan menjadi sumber konflik. Kemajemukan menjadi pelengkap atas kekurangan dan kelebihan masing-masing menjadi energi kolektif dan mencapai kemajuan bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Kami ucapan terima kasih kepada para Habib, Ustadz para ulama dan para Kyai dan segenap rakyat Banten atas kehadiran untuk bersama-sama memohon kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk mendoakan para pahlawan Perintis Kemerdekaan yang sudah mengisi kemerdekaan Pahlawan Revolusi ikhlas menjadi Syuhada di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Danrem.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bank BJB, H. Mohamad Irfan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara istigosah.

“Kamu turut apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Istigisah ini, semoga dapat berjalan dengan sukses sebagai wujud bahwa kita umat muslim yang beriman dan bertaqwa. Dngan adanya acara istigosah ini, semoga bisa bermanfaat bagi seluruh umat Islam yang hadir karena ulama dan TNI menjadi unsur yang terkuat untuk mempertahankan NKRI,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumi turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.

“Semoga acara ini menjadikan sepirit kerelawanan bagi kita semua dalam bingkai kebersamaan yang dapat memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat Banten,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andika mengajak Ulama dan Umaroh untuk mebangun Banten yang lebih baik. “Saya meminta dukungan dan Doa agar pelaksanan tugas diberikan kelancaran. Apabila ada kegiatan yang melenceng mohon diingatkan,” ujarnya.

KH Abuya Muhtadi Cidahu dalam Tausyiah yang disampaikan oleh Maulana Al-Habib Muhamad Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan terkait wahyu Manusia yang terpilih adalah manusia yang punya wahyu, yang berarti cinta terhadap allah SWT dan Nabi Muhamad SAW. Itu adalah syarat bagi muslim. Umat muslim diwajibkan bisa membaca Al Quran karena Al Quran sangat universal.

“Mengajak kepada para ulama dan para santri jangan mau di pecah belah, maka dengan itu untuk tidak terjadi kita dukung dan bantu TNI Polri untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya. (Dewi)