Rayakan Malam Pergantian Tahun, Warga Diminta Waspadai Aksi Terorisme!

57 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Jakarta | Pergantian tahun 2017 ke 2018 akan dirayakan diberbagai negara. Di Indonesia, warga diminta tetap mewaspadai aksi terorisme karena ada beberapa wilayah dinilai masih rawan terhadap serangan.

Pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan, masyarakat tetap waspada saat berada di pusat-pusat keramaian yang rawan dijadikan lokasi tindak teror. Ada beberapa daerah, menurutnya, masih rawan dan harus diwaspadai.

“Ya yang masih rawan daerah Bekasi, Tangerang, Medan, Batam, Solo, Surabaya, Makassar dan Balikpapan,” kata Al Chaidar kepada awak media, Minggu, 31 Desember 2017.

Al Chaidar menjelaskan, di sejumlah daerah yang disebutkan di atas masih ada sisa-sisa kelompok teroris.

“Masih ada beberapa sisa-sisa yang masih belum tertangkap, terduga teroris itu,” ujar dosen Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh ini.

Ia meminta aparat mempertebal pengamanan di daerah rawan tersebut.

Al Chaidar memprediksi aksi teror di 2018 akan meningkat, karena teroris berpotensi membalas dendam atas kekahalan ISIS di Suriah, Irak dan Marawi, Filipina.

“Mereka kan ingin membalas kekalahan yang ada di Suriah, di Irak dan Marawi,” ujarnya.

Selain dipengaruhi kekalahan kelompok radikal ISIS, pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga akan menjadi pemicu munculnya tindak terorisme.

“Itu juga berefek sekali, itu yang paling utama faktor triggernya dia,” lanjut dia.

Mengantisipasi hal itu, polisi dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tak bisa bergerak sendiri melainkan juga menggerakkan kelompok masyarakat dan institusi lain.

Al Chaidar melanjutkan, wilayah yang paling ahrus diwaspadai menjadi pintu masuk bagi terorisme adalah perbatasan, khususnya yang dekta dengan Filipina.

“Terutama daerah perbatasan, daerah perbatasan di Mauluku Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kemudian juga dari kalangan non muslim di Papua,” jelasnya.

 

(red)