Puncak Perayaan HPN 2019 Jatim: Selamat Kepada Pers Yang Semakin Dipercaya Masyarakat

23 views

Spiritnews.co | Surabaya – Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi kinerja pers atas semakin meningkatnya tingkat kepercayaan kepada pers oleh masyarakat.

Di awal sambutannya, Jokowi menjelaskan peningkatan jumlah akun media sosial yang terus berkembang di tiga tahun terakhir. Hal ini dikatakannya pada acara puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City, Surabaya (Sabtu (9/2/2019).

”Selaras dengan ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial saat ini melompat sangat tinggi,” kata Jokowi.

Ia memaparkan, saat ini pengguna internet di Indonesia telah mencapai 143,26 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 54,68 persen dari total populasi di Indonesia.

”87,13 persen dari pengguna internet, merupakan pengakses layanan media sosial,” kata Jokowi menjelaskan.

Tak mengherankan apabila di era saat ini begitu banyak bertebaran informasi yang diterima masyarakat.
”Selama ini, yang menjadi viral di media sosial menjadi rujukan. Bahkan, tidak jarang menjadi rujukan dari media konvensional,” katanya.

Namun, mengutip riset dari Edelman Trust Barometer 2018, media konvensional atau media utama ternyata tetap dipercaya dibandingkan media sosial. Bahkan tingkat kepercayaan terus meningkat di tiga tahun terakhir.

Pada 2016 hingga 2018, tingkat kepercayaan terhadap media konvensional menunjukkan angka peningkatan mulai dari 59 persen di 2016 dan menjadi 63 persen pada 2018. Berbeda halnya dengan kepercayaan terhadap media sosial, yang terus menunjukkan penurunan dari 45 persen (2016), 42 persen (2017), dan 40 persen (2018).

”Ternyata, kepercayaan terhadap media sosial terus menurun sedangkan kepercayaan terhadap media utama semakin meningkat. Kami cukup bergembira dengan situasi ini. Selamat kepada saudara dan insan pers, dan media atas kepercayaan masyarakat kepada media ini,” apresiasi Jokowi yang juga mantan Walikota Solo dua periode ini.

Jokowi juga mengajak pers untuk memberikan informasi yang utuh dan berimbang atas maraknya kabar tak benar yang tersebar di media sosial. Ia menjelaskan, era digital disertai dengan perkembangan massive media sosial. Selaras dengan hal itu, masyarakat disajikan dengan melimpahnya informasi.
”Setiap orang, bisa menjadi wartawan, bisa menjadi pimred,” kata Jokowi.

Jokowi lantas menyebut bahwa tidak semua pengguna media sosial menyebarkan beita positif.
”Ada yang membuat kegaduhan. Ada yang membangun ketakutan dan pesimisme,” tukas Jokowi menyindir.

Terkait masalah itu, pers seharusnya mengambil peran. ”Di tengah situasi seperti ini, peran media dibutuhkan sebagai penopang informasi. Lebih dari itu, media harus menjadi penjernih informasi dengan menyajikan informasi yang terverifikasi. Peran media semakin penting dalam menyingkap fakta,” jelas Jokowi.

Pers memiliki peran utama untuk menyingkap fakta terutama, di tengah keganasan pasca fakta dan pasca kebenaran. ”Kita wajib mengatasi gejala buruk dari pasca fakta dan pasca kebenaran ini. Media harus mampu mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran dan membangun optimisme,” tegasnya.

 

Untuk diketahui, acara perayan HPN tahun ini mengambil tema “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”. Presiden Joko Widodo hadir dengan didampingi sejumlah menteri di acara ini. Penanggung Jawab acara ini, Margiono, memberikan laporan kepada Presiden Jokowi bahwa sejumlah stakeholder, termasuk beberapa duta besar negara sahabatpun menghadiri acara ini.

“Tidak ada puncak HPN semegah yang ada di Surabaya. Kehadiran Bapak Presiden dan Ibu Negara telah menyempurnakan penyelenggaran hari pers yang telah berjalan dua bulan terakhir,” kata Margiono pada sambutannya di hadapan peserta yang hadir. [Takin/Adi Adam]