Puluhan Toko Dibobol Komplotan Maling

664 views

bobol-tokoSelasa 02 Agustus pukul 16.30 wib Polres Cilegon telah melaksanakan Pers Release pelaku kejahatan pasal 363 yang di pimpin langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP R. Romdhon Natakusuma, SH., S.IK.

Komplotan pelaku spesialis bobol toko ini melancarkan aksinya di berbagai wilayah hukum Polres Cilegon di dua puluh satu tempat kejadian perkara (TKP).

TKP  : Toko Mega jl .Pasar keranggot sukmajaya Kec. Jombang Kota Cilegon, Bojonegara Kabupaten Serang, Toko Aspek Jl. Dipanjaitan No. 31 Bendungan Kec. Cilegon, Toko Rental Alat-alat Proyek Jl. Raya Anyer No 46 Citangkil, Toko computer simura jl. Sultan ageng tirtayasa Kec. Jombang, Toko kurnia teknik gang kesehatan Kp. Kedaung Ds. Anyer Kec. Anyer Kab. Serang.

Selain toko –toko tersebut, para tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian di 15 (lima belas) toko lainnya antara lain: toko aki Rido Kp. Keradan Kec. Cibeber, toko baju Perumnas Cibeber blok E no 10, toko sinar mulya link. Jombang Tangsi, toko Sahabat Jombang Wetan, Toko warnet Metro Cilegon, Toko sahabat plastik Jombang Wetan, Toko Kencil link. Pecek k, Toko gudang ayu Sumurranja Pulo Ampel, Work shop Pulo Ampel, Toko paris 2 Jl. Merak depan terminal Merak, Toko pelalatan peroyek Pulo Ampel kab. Serang, Toko Indo Part jl. Raya Anyer Kp. Cempaka Putih Kab. Serang, Toko Anyer Indah Anyer Kab. Serang, Toko Kodir Anyer kab. Serang dan CV. Fera Jaya Ciwandan Samangraya Kota Cilegon.

Adapun modus para pelaku dengan berganti-gantian komposisi pasangan, dengan mengendarai mobil atau motor melakukan pencurian di toko-toko yang sebelumnya telah di survey dengan memperhatikan toko yang gemboknya terpasang dari luar kemudian dengan menggunakan kunci T buatan sendiri, linggis, tang, dan obeng dengan membuka pintu toko dan mengambil barang-barang di dalam toko kemudian memasukkan ke dalam mobil atau tas yang telah disiapkan kemudian menjualnya dan uang digunakan untuk foya-foya.

Menurut Kapolres Cilegon AKBP R. Romdhon Natakusuma, SH., S.IK. didampingi Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Ridzky Salatun, S.Ik menerangkan, tersangka dapat di tangkap oleh satuan Buser Polres Cilegon yang sebelumnya telah melaksanakan penyelidikan yang berhasil mendapatkan 2 (dua) alat bukti berupa rekaman CCTV yang dipasang pemilik toko dan keterangan saksi-saksi diketahui tentang kemiripan rekaman dan jatidiri para pelaku dan informasi tentang adanya barang-barang elektronik yang di jual para pelaku yang dipastikan bahwa barang tersebut hasil dari pencurian di sejumlah toko diwilayah hukum polres Cilegon.

Dari hasil penyelidikan dan berbagai informasi yang dihimpun oleh personil Reskrim Polres Cilegon, diketahui dari salah satu pelakunya adalah warga Lingkungan Pancuran Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulo Merak, dengan berbekal informasi dan identitas tersangka Unit Resmob tidak membuang waktu langsung melakukan pengejaran pada Hari Selasa tanggal 26 Juli 2016 sekitar jam 21.00 Wib dan tersangka Randi Mahendra (33th) berhasil ditangkap dan diamankan di Polres Cilegon.

Setelah dilakukan pemeriksaan serta pengembangan diketahui identitas dan keberadaan sebagian lainnya pelaku diketahui dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) tersangka lainnya pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016, masing-masing tersangka Jasmiri (39th) pada pukul 04.00 wib, tersangka Rian Sanusi (33th) pada jam 08.00 wib dan terakhir tersangka Joko Samudro (24th) pada jam 08.30 Wib di tempat berbeda di daerah Merak Cilegon dan sebagian barang yang belum dijual berhasil disita dan diamankan di Polres Cilegon.

Sedangkan untuk keempat tersangka lainnya yang masih DPO masih dalam pengejaran dengan inisial HS, TS, AN dan NM.

Adapun barang bukti yang dapat diamankan oleh Satuan Buser Polres Cilegon yaitu;Dua buah Accu merek Yuwasa dan Accu Merek GS, 7 (tujuh) unit HP berbagai macam merek, 6 (enam) unit sound macam merek, 20 (dua puluh) buah hanger baju warna hitam, Sejumlah dus HP, Sebilah Golok, Satu buah Laptop, Satu unit CPU berikut monitor, satu unit mesin bor, satu unit mesin sugu kayu, beraneka macam anak kunci, Lima unit TV LED.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tindak pidana ini, kini para tersangka dikenakan pasal 363 dengan ancama hukuman maksimal 7 tahun penjara. (yip*)

Hukrim