PT. SMK Belum Lunasi Pembayaran Kontraktor Lokal Pada Proyek Gedung Baru RSKM

30 views
Spiritnews.co (Cilegon) | Salah satu pengusaha lokal Kota Cilegon menuntut hak pembayaran jasa penyewaan alat berat dan jasa kepada PT. Sarif Maju Karya (SMK), sebagai pemenang tender pembangunan lantai 2 dan 3 Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Juanda, Owner CV. Jalan Abadi pengusaha lokal Kota Cilegon yang merasa dirugikan, sudah hampir genap dua tahun pihaknya sudah berkali-kali meminta sisa tagihan pembayaran jasa penyewaan alat berat kepada PT. Sarif Maju Karya (SMK) yang sampai saat ini belum dilunasi.

“Saya nagih sisa Invoice tertanggal 19 Januari 2017 sebesar Rp.464.575.000,-(Empat ratus enam puluh empat juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah), itu sudah berkali-kali dari beberapa bulan yang lalu tetapi saya dijanji-janjiin aja oleh pihak PT. SMK yang sampai saat ini hak saya belum dilunasi,” ungkapnya kepada wartawan, Senin 17 Desember 2018.

Juanda pun menambahkan, kekecewaan dirinya terhadap Rumah Sakit Krakatau Medika yang telah keliru memberikan pekerjaan dengan nilai yang sangat fantastis kepada pengusaha luar dari daerah Kota Cilegon yang dianggapnya tidak profesional.

“Saya sangat kecewa kepada pihak Rumah Sakit Krakatau Medika, yang dimana pihak RSKM memberikan pekerjaan kepada perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan tidak propesional, yang dimana seharusnya pihak RSKM mampu memeberikan teguran disaat pihak perusahaan pemenang tender bekerjanya tidak sesuai dengan prosedural dan terindikasi bermasalah jangan terkesan seperti kongkalikong seperti ini,” lanjut Juanda dengan nada kesal.

Masih lanjut juanda, “Jika sudah seperti ini saya selaku subkon harus menuntut hak saya kesiapa, bikin laporan pengaduan kepada pihak kepolisian sudah tetapi masih aja tidak ada tindak lanjutnya, minta bantuan kepada pak H. Nawawi Sahim selaku Komisaris RSKM pun sudah saya tempuh tetapi apa masih aja tidak ada kejelasan, secara logika wajar dong saya berprasangka negatif kalau masalah ini ada indikasi kongkalikong atau bisa dibilang kerjasama antara pihak RSKM dengan pihak PT. SMK,” ungkapnya.

Sementara itu pihak PT. Syarif Maju Karya tidak bisa dikonfirmasi dengan alasan tidak bisa dikomunikasikan, sedangkan pihak Rumah Sakit Krakatau Medika saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya tidak ada jawaban hingga berita ini dipublikasikan. (Adnan)