Proyek Peningkatan Pagar Gedung DPRD Banten Senilai 1 M Diduga Tidak Sesuai Spek

47 views

SpiritNews.co – Serang | Proyek Peningkatan pagar Gedung DPRD Provinsi Banten senilai 1 Miliar lebih diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spek. Memang Gedung DPRD propinsi Banten tampak terlihat beda penampilan. Namun demikian, penggunaan bahan-bahan pagar tersebut sangat jarang digunakan, yakni menggunakan bahan GRC, padahal bahan GRC diketahui tidak kuat dan tidak tahan terhadap cuaca hujan dan panas, sehingga terkesan konsultan perencanaannya tidak mengerti tatanan bangunan yang kuat.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Cat warna putih juga ditenggarai hanya menggunakan cat biasa bukan sekelas catilax yang tercantum dalam RAB, sedangkan besi holonya sangat tipis dan bahan GRC yang dicat kayu sudah terdapat yang patah.

Hal tersebut menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan itu tidak sesuai dengan spek yang ada. Pekerjaan pagar gedung yang seharusnya menggunakan besi 12 inci tersebut dipasang memakai besi 10 inci. Namun nampaknya pemenang lelang ( CV. PJ ) tidak terlalu ambil peduli atas ketidak sesuaian spek tersebut.

Sektetaris DPRD Provinsi Banten, Deni Hermawan, saat di temui di ruang kerjanya mengatakan sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan rekan media.

Sedangkan PPTK pekerjaan yang juga Kasubag Sarana dan Prasana Setwan Banten, Lucki, saat di temui di ruang kerjanya, merasa kaget dan heran. “Ah yang bener teh, masa begini pekerjaannya,” sambil melihat foto yang pewarta perlihatkan kepadanya.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua Banten Critical Forum, Herdi menanggapi hal tersebut, mengaku bahwa dirinya sejak awal sudah tahu hal ini akan terjadi.

“Wong PELTEK nya aja gak ngerti apa-apa, hanya petantang-petenteng, seharusnya bapak Deni dan bapak Lucki kalau menunjuk seorang PELTEK tunjuklah berdasar aturan, setidaknya dia mengetahui bagaimana adukan semen. Wong PELTEK bergaya intelijen, jadi susah dan semua pekerjaan tidak akan pernah dikontrol. Yang bakalan kena siapa, ya bapak Deni sebagai pengguna anggaran dan bapak Lucki sebagai PPTK. Sementara PELTEK, PPHP tidak akan kena, sebab mereka hanya bawahan PPTK. Jadi diharapkan agar lebih jeli dalam memilih seorang menjadi PELTEK, sehingga pekerjaan asal jadi seperti pekerjaan peningkatan pagar gedung DPRD dapat dihindari. Anggota DPRD yang kita hormati teryata hanya berkantor di bahan bangunan murahan dan asal jadi saja,” tukas Herdi. (Dewi)