Prediksi Potensi Tsunami 57 Meter di Pandeglang Dipertanyakan

51 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Pandeglang | Prediksi Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggegerkan warga Pandeglang, Banten. Pasalnya, lembaga tersebut memprediksi kemungkinan tsunami setinggi 57 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Sumawijaya mengatakan prediksi seperti itu dinilai dapat meresahkan karena bencana, apalagi gempa dan tsunami, tidak dapat diprediksi, baik waktu maupun tempatnya.

“Saya harapkan pernyataan para ahli ini tidak di-share langsung ke medsos dan masyarakat. Sampai masyarakat Pandeglang mereka susah untuk tidur, yang tahu mereka ingin ngungsi ke mana, bahaya,” kata Sumawijaya seperti dilansir dari detikcom, Rabu, 4 April 2018.

(Baca juga: Ada Prediksi Tsunami, Yoyon Sujana Minta Warga Pandeglang Tetap Tenang dan Waspada)

Pakar gempa bumi ITB Irwan Meliano menyatakan perlu ada penelitian kembali terkait prediksi adanya potensi tsunami setinggi 57 meter di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sebab, tingkat akurasi terkait potensi tersebut masih sangat rendah.

“Komentar saya tentang perhitungan tsunami Pak Widjo (peneliti tsunami BPPT) bahwa dalam presentasinya menggunakan data global. Data global itu tingkat akurasinya rendah,” kata Irwan.

Irwan juga hadir dalam pemaparan BPPT tersebut. Menurut Irwan, presentasi BPPT memang belum didukung data yang optimal.

“Dalam presentasinya sendiri, beliau menyatakan bahwa datanya belum optimal. Jadi belum bisa dijadikan sebagai pengambil keputusan,” ujar Irwan.

Pemaparan BPPT itu dilakukan kemarin, Selasa, 3 April 2018, oleh peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko. Menurut Widjo, tsunami akan terjadi bila gempa megathrust benar-benar terjadi.

“Di Jawa Barat itu sumber gempa besar. Di situ bisa dikatakan di selatan bisa mencapai 8,8 magnitudo atau 9, sehingga kaidah umum kalau di atas 7 magnitudo dan terjadi di lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah sana (Pandeglang),” kata Widjo di gedung BMKG, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 3 April 2018.

Tsunami tertinggi diprediksi bisa terjadi di Pandeglang dan mencapai 57 meter karena merupakan kabupaten paling dekat dengan laut selatan. Beberapa wilayah lain juga diprediksi terdampak, yaitu Sukabumi dengan ketinggian 41,5 meter, Ciamis 39,8 meter, Lebak 39,4 meter, Cianjur 3,2 meter, Garut 30,1 meter, Tasikmalaya 28,2 meter, Serang-Banten 5,5 meter, Tangerang 4,2 meter, Jakarta Utara 2,4 meter, dan Bekasi Utara 2,8 meter.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Prediksi tentang gempa megathrust sudah ada sebelumnya dalam diskusi Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (Ikamega) dan Pemprov DKI Jakarta. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kemudian meluruskan soal prediksi itu, yang juga sempat bikin heboh.

“Meski para ahli mampu menghitung perkiraan magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut,” ujar Dwikorita.

Megathrust adalah zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam (menghunjam) masuk ke bawah Pulau Jawa. Sementara itu, proses penunjaman lempeng tersebut masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun.

Menurut analisis para pakar gempa bumi, kata Dwikorita, gerakan penunjaman lempeng tersebut memungkinkan dapat mengakibatkan gempa megathrust. Adapun kekuatan/magnitudo maksimum yang diperkirakan dapat mencapai 8,7. (dtc/red)