Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencurian Air Irigasi yang Dilakukan PT SBS

85 views

SpiritNews.Co, Serang | Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Tim Kriminal Khusus (Krimsus) Subdit I sedang melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pencurian air irigasi yang dilakukan oleh PT Sauh Bahtera Sejahtera (PT.SBS) yang merupakan pabrik pengelolaan air bersih yang terletak di kawasan Kampung Kenari, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Penyelidikan yang langsung dipimpin Kasubdit I, AKBP Atot, pada Selasa, 30 Januari 2018, ini juga telah memintai keterangan dari pihak Dinas PUPR.

“Hari ini sesuai jadwal kita telah meminta keterangan dari pihak Dinas PUPR. Rencananya besok, Rabu, 31 Januari 2018, kami juga akan memanggil pihak PDAM/PDAB guna dimintai keterangan,” jelas AKBP Atot melalui pesan singkatnya.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah memintai keterangan di beberapa perusahaan yang diduga membeli air bersih dari PT SBS di daerah Pulo Ampel Bojonegoro, Serang.

“Pihak PT SBS Pusat dari Jakarta yaitu bagian Legal dan bagian Humas hari ini ada di Polda,” kata Atot.

Atot menambahkan, bahwa PT SBS sejak berdiri diduga ijinnya tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Untuk lebih lanjutnya, kita akan memintai keterangan ahli dahulu,” jelas Atot.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Banten Brigjen Pol Listiyo Sigit Prabowo, angkat bicara terkait permasalahan kegagalan panen yang dirasakan oleh petani di wilayah Kasemen, kekeringan yang diduga diakibatkan adanya perusahaan pengolahan Air yang mengambil air dari aliran sungai irigasi yang seharusnya sungai irigasi tersebut menjadi hak warga.

Meski demikian Kapolda mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya dugaan pencurian air di sungai irigasi yang dilakukan oleh PT SBS, namun Kapolda tetap akan menyelidiki kasus tersebut.

”Nanti kita akan lihat dulu sejauh mana perusahaan itu melakukan pelanggaran. Nanti kita cek dulu dari segi administratifnya. Jika memang terbukti dan ditemukan pelanggaran, maka kami tidak akan segan untuk langsung menindak dengan tegas,” ujar Brigjen Pol Listiyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu.

Saat ditanyai terkait sangsi dan pelanggaran yang akan diterapkan, Kapolda Banten mengaku masih harus mengkaji lagi tentang pelanggaran yang telah dilakukan oleh PT SBS.

“Kita nanti akan kaji dulu sampai sejauh mana pelanggarannya,” pungkasnya. (Dewi)