Polda Banten Gerebek Pabrik Pembuat Solar Palsu di Tangerang

138 views

SpiritNews.Co, Serang | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten menggerebek pabrik yang memproduksi bahan bakar minyak jenis solar palsu PT. Ching Kai Lie, di Kp Sarakan Rt 005/005 Kel. Sukasari, Kec. Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu, 17 Februari 2018.

Melalui press releasenya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, Kombes Abdul Karim mengatakan, bahwa pada 17 Febuari 2018, di Kabupaten Tangerang, telah dilakukan pengungkapan kegiatan usaha BBM jenis Solar yang dipasarkan tidak memenuhi spesifikasi standar dan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah dengan produksi 8-10 ton per hari/ 225 ton per bulan.

Pihaknya juga telah menetapkan sejumlah tersanga diantaranya, Yan Huanran (Pemilik) WNA RRC, Hong Gaoquan (teknisi) WNA RRC, Adi (Marketing).

“Modus yang dilakukan tersangka, dengan membeli oli bekas dari pengepul oli atas nama Gaol dengan harga Rp 2700 per liter yang dikirimkan sekali dalam 1-2 minggu dengan sekali pengiriman sebanyak 8000 liter. Setelah di tempat penampungan PT.Cing Khai Lie, Kp Sarakan Rt 005/005, Kel Sukasari, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, oli bekas tersebut dimasukan ke dalam tungku pembakaran (pemisahan residu oli kotor) kemudian hasil pemisahan residu tersebut dimasukan ke dalam tanki duduk 1 dengan dicampur asam sulfat dan bahan bleaching (pencucian kimiawi),” terangnya.

Kemudian, lanjutnya, minyak solarnya disedot dengan menggunakan mesin pompa dan dimasukkan ke dalam tanki duduk 2 dengan dicampur bahan kimia soda api serta air sebagai pendingin. Selanjutnya disedot oleh mesin pompa menuju tangki penampungan dan diendapkan. Produk siap dijual dengan nama Bio Chemicals Oil (BCO) yang merupakan bahan bakar setara solar.

“Setelah ada permintaan dari supplier atau sub penjual, maka tersangka menjual produk olahan tersebut. Selanjutnya supplier, menjual produk olahan tesebut ke beberapa perusahaan di Tangerang, Cilegon, Jakarta, Bandung. Nama-nama sub penjual tersebut diantaranya, PT Citra Nuansa Sinergi, dan PT Renergi Cahaya Indonesia,” ujarnya.

Abdul Karim mengatakan, bahwa rata-rata per minggu tersangka dapat memproduksi BCO sekitar 35.000 liter, sehingga dalam melakukan kegiatan tersebut tersangka dapat memproduksi minyak solar sebanyak 150.000 liter per bulan.

“Keuntungan yang didapat berkisar Rp.1000-1500 per liter, sehingga keuntungan diperkirakan sekitar Rp.225 juta per bulan. Dalam waktu setahun diperkirakan Rp.2,7 milyar. Kegiatan ini telah berjalan selama 3 tahun di wilayah Banten dengan keuntungan diperkirakan Rp.8,1 milyar,” kata Abdul Karim.

Abdul Karim juga menyampaiikan, bahwa pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa, 100 jerigen asam sulfat, 50 karung bahan bleaching, 30 karung chaostic soda, 4 tungku proses pembakaran, 7 tanki pendingin air kapasitas 4 ton, 8 tungku tanki pencucian, 8 tanki duduk hasil proses oli dengan rincian, 5 tanki 24 ton, 1 tanki 20 ton, 1 tanki 16 ton, 1 tanki 18 ton, 2 mesin kompresor dan 1 tabung, 1 tanki penampung oli bekas uk 250 ton, 3 tanki tidak digunakan, 8 tanki titipan tidak digunakan

“Produk mereka dalam 2 hari dapat menghasilkan 8-10 ton bbm jenis BCO. Dalam melakukan aktivitasnya mereka tidak memiliki legalitas perizinan diantaranya, ijin pengolahan BBM dari BP Migas, Ijin niaga migas dari BP Migas, Ijin pemanfaatan limbah B3,” pungkasnya.

“Untuk para tersangka dijerata dengan UU no 22 tahun 2001 tentang Migas Pasal 53 dan 54, UU no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen Pasal 8 (1) huruf a, e jo Pasal 62,” tambahnya. (Dewi)