Pilkada 2018, Tahanan KPK Terancam Tak Bisa Nyoblos

62 views

Ketua KPK, Agus Rahardjo.

SpiritNews.Co, Jakarta | Para tersangka kasus korupsi yang masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ terancam kehilangan hak suaranya untuk memilih kepala daerah. Sebab, hingga kini belum ada kepastian proses pencoblosan bagi para tahanan asal daerah penyelenggara Pilkada.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, baru akan membicarakan proses pencoblosan bagi para tahanan asal daerah dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementeriaan Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara itu, pencoblosan atau gelaran pilkada sendiri akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Juni 2018, atau dua hari lagi.

“Nanti kita bicarakan dengan KPU dan Kemendagri,” kata Agus seperti dilansir dari Okezone, 25 Juni 2018.

Agus sendiri belum tahu bagaimana proses pencoblosan bagi para tahanan yang memiliki hak pilih. Kemungkinan, kata Agus, jika sudah disepakati oleh KPU dan Kemendagri, proses pencoblosan ‎akan dilakukan di Rutan Gedung KPK, Jakarta.

“Ya bisa saja nanti TPS sebelah sini. Kita belum, belum tahu saya. Kita bicarakan dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya, belum ada tahanan yang diterbangkan ke daerah asal untuk melaksanakan pilkada. Pun demikian, dengan fasiltasi pencoblosan pilkada yang akan dilakukan di KPK.

“Saya kira tidak memungkinkan ya kalau secara teknis ada bilik suara dari daerah tertentu ke rutan misalnya, bukan hanya Rutan KPK tapi juga rutan di tempat lain, kecuali di (tahan di Rutan) daerahnya yang terjadi pilkada serentak,” kata Febri.

Febri menyerahkan aturan pencoblosan bagi para tahanan yang mempunyai hak pilih kepada KPU. Namun, hingga kini memang belum ada aturan untuk para tahanan yang mempunyai hak pilih di pilkada 2018.

“Itu mungkin lebih tepat menjadi prosedur dan aturan di KPU ya, kalau nanti ada koordinasi lebih lanjut ada kemungkinan lain sesuai aturan hukum yang berlaku nanti kita informasikan lagi,” pungkasnya. (okz/red)