Pilgub Jabar, Jateng, Jatim, & Sumut 2018 Akan Sengit..?

451 views

Ilustrasi Pilkada

SpiritNews.Co, Jakarta | Keseruan pesta demokrasi di Indonesia akan terus berlanjut hingga 2018. Setelah 101 wilayah yang menggelar Pilkada Serentak 2017, termasuk “Perang Bintang” di Pilkada DKI Jakarta, perpolitikan di Indonesia akan segera kembali diramaikan oleh Pilkada 2018.  

Pilkada Serentak 2018 itu sendiri akan diikuti 171 wilayah pada 27 Juni 2018 yang tahapannya akan dimulai pada Agustus 2017. 171 wilayah yang menggelar Pilkada 2018 itu meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Deteksi dini soal sorotan utama yang paling mendapat perhatian, adalah Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Sumatera Utara (Sumut). Diprediksi, keempat Pilgub itu enggak bakal kalah seru dari Pilkada DKI.

Di Pilgub Jabar, beberapa nama mentereng yang malang melintang dikenal masyarakat karena figurnya, mulai bermunculan menyalonkan diri. Sebut saja Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi.

Ridwan Kamil yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung, kita tahu acap jadi primadona kaum muda maupun khalayak netizen. Baik karena prestasinya, maupun perangainya dalam menanggapi berbagai hal berat hingga sepele dengan santai dan kadang jenaka lewat media-media sosial miliknya.

Untuk sementara ini, Ridwan Kamil mendeklarasikan diri ‘nyagub’ dengan dukungan (baru) satu partai, yakni Nasional Demokrat (Nasdem). Meski begitu, tidak sedikit pihak yang memintanya tetap bertahan dan justru maju lagi di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung di waktu yang sama pada 2018.

“Saya mendapat banyak dukungan, baik dari relawan independen yang tidak punya partai, dari individu, maupun dari partai. Saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang mendukung,” ungkap Ridwan Kamil, 16 Maret 2017.

Dukungan itu seolah sangat bertolak belakang dengan Pilwalkot Bandung 2013. Kala itu, Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara untuk Pilgub Jabar, Ridwan Kamil sudah lebih dulu diusung Nasdem, hingga tidak mungkin kali ini Gerindra ikut mendukung Ridwan Kamil lagi.

“Kalau saya lihat agak susah ya (untuk Gerindra ikut mendukung). Kenapa? Karena Pak Ridwan Kamil didukung Partai Nasdem yang mensyaratkan untuk mendukung Pak Jokowi (Joko Widodo) sebagai calon presiden,” tutur Wakil Ketua DPR RI yang juga Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 25 April.

Lawannya? Untuk sekarang yang tampaknya bakal jadi lawan nyata Ridwan Kamil di Pilgub Jabar baru Dedi Mulyadi. Kader Partai Golkar yang juga Bupati Purwakarta itu mengklaim, Partai Hanura dan PAN sudah merapat ke Golkar untuk mendukungnya, serta tengah mendekati PKB.

“Saat ini Golkar sudah memilki mitra Hanura dengan 3 kursi, artinya sudah 20 (kursi). Tadi malam (Selasa 25 April) saya ketemu Ketua PAN Zulkifli Hasan. Diskusi tentang kebangsaan dengan intens. Kita punya hubungan emosional yang lama di mana Fraksi Golkar di Jabar satu fraksi dengan PAN. Dia punya 4 kursi. Itu PKB tinggal saya ketemu Ketum. Itu jumlah kursinya 7,” ungkap Dedi, Rabu 26 April.

Kalau Wakil Gubernur (Wagub) Jabar saat ini Deddy Mizwar, masih bersikap pasif dan belum menentukan apakah pasti maju atau tidak. Untuk sementara, komunikasi masih digulirkannya dengan Gerindra dan PKS.

“Kalau buat saya, biarin saja (dianggap pasif soal Pilgub Jabar). Kalau aktif nanti disangka orang gila. Aktif bagaimana? Saya kan enggak punya partai politik,” timpal pejabat yang juga tersohor sebagai aktor senior itu.

Deddy Mizwar juga diisukan tengah didekati PDIP, seperti halnya Desy Ratnasari, anggota DPR RI dari Fraksi PAN. Nama lainnya yang disebut kuat akan ikut menyalonkan diri adalah Dede Yusuf, Bima Arya Sugiarto, hingga Primus Yustisio.

Beralih ke Jateng, incumbent Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diyakini akan kembali diusung PDIP. Pun begitu, Ganjar pribadi masih akan menanti keputusan resmi dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Belum (ada keputusan resmi). Kalau kultur kita itu, nanti pasti akan ada penilaian ulang. Biasanya provinsi-provinsi besar langsung Ketua Umum (Megawati) yang menentukan,” cetus Ganjar usai event Musyawaran Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu 26 April.

Nama-nama lain yang rumornya juga akan masuk ke arena Pilkada Jateng 2018 adalah Bupati Kudus Musthofa yang juga kader PDIP dan didukung DPC PDIP Kudus, serta Ketua DPD I Golkar Wisnu Suhardono.

Tidak ketinggalan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Marwan Jafar yang didukung warga NU Kabupaten Banyumas dan 11 pengurus cabang PKB di Jateng.

Nah, kalau di panggung Pilgub Jatim, setidaknya juga sudah ada 3 nama yang diyakini akan saling sikut menggantikan Soekarwo yang sudah dua periode menduduki Jatim 1. Sebut saja Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dari penelitian dan hasil survei terhadap 956 responden berusia di atas 17 tahun di seluruh daerah Jatim yang dilakukan The Inisiative Institute selama sepekan, disebutkan 3 nama itu yang tingkat popularitasnya tinggi. Hasilnya, Gus Ipul di tempat teratas dengan 82,3%, Khofifah 81,4%, dan Risma 75,4%.

“Ketiga tokoh ini popularitasnya tertinggi. Sementara responden yang memilih Gus Ipul (terkait elektabilitas) sebanyak 33,4%, disusul Khofifah 28,3 %, dan Risma 26,1%,” ujar CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi kepada wartawan, Rabu 26 April 2017.

Pun begitu, calon-calon yang diisukan masuk ke Pilgub Jatim tidak hanya 3 tokoh itu. masih ada Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, politisi PDIP Said Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta Bupati Malang Rendra Kresna.

Sedangkan untuk Pilgub Sumut, bakal calon yang digadang-gadang akan bertarung mulai dari Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Langkat Ngosesa Sitepu, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, politisi PDIP Maruarar Sirait, Junimart Girsang, Trimedya Pandjaitan, Ali Umri, Arya Sinulingga, hingga Ruhut Sitompul.

Berikut 171 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018:

Provinsi (17): Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua

Kota (39): Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Bengkulu, Kota Gorontalo, Kota Jambi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tegal, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Pontianak, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Kota Pangkal Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kota Tual, Kota Subulussalam, Kota Bima, Kota Palopo, Kota Parepare, Kota Makassar, Kota Bau-bau, Kota Kotamobagu, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kota Padang Sidempuan.

Kabupaten (115): Kab Aceh Selatan, Kab Pidie Jaya, Kab Padang Lawas Utara, Kab Batu Bara, Kab Padang Lawas, Kab Langkat, Kab Deli Serdang, Kab Tapanuli Utara, Kab Dairi, Kab Indragiri Hilir, Kab Merangin, Kab Kerinci, Kab Muara Enim, Kab Empat Lawang, Kab Banyuasin, Kab Lahat, Kab Ogan Komering Ilir, Kab Tanggamus, Kab Lampung Utara, Kab Bangka, Kab Belitung, Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kab Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Banyumas, Kab Temanggung, Kab Kudus, Kab Karanganyar, Kab Tegal, Kab Magelang, Kab Probolinggo, Kab Sampang, Kab Bangkalan, Kab Bojonegoro, Kab Nganjuk, Kab Pamekasan, Kab Tulungagung, Kab Pasuruan, Kab Magetan, Kab Madiun, Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab Gianyar, Kab Klungkung, Kab Lombok Timur, Kab Lombok Barat, Kab Sikka, Kab Suma Tengah, Kab Negekeo, Kab Rote Ndao, Kab Manggarai Timur, Kab Timor Tengah Selatan, Kab Alor, Kab Kupang, Kab Ende, Kab Sumba Barat Daya, Kab Kayong Utara, Kab Sanggau, Kab Kubu Raya, Kab Pontianak, Kab Kapuas, Kab Sukamara, Kab Lamandau, Kab Seruyan, Kab Katingan, Kab Pulang Pisau, Kab Murung Raya, Kab Barito Timur, Kab Barito Utara, Kab Gunung Mas, Kab Barito Kuala, Kab Tapin, Kab Hulu Sungai Selatan, Kab Tanah Laut, Kab Tabalong, Kab Panajam Pasut, Kab Minahasa, Kab Bolaang Mongondow Utara, Kab Sitaro, Kab Minahasa Tenggara, Kab Kepulauan Talaud, Kab Morowali, Kab Parigi Moutong, Kab Donggala, Kab Bone, Kab Sinjai, Kab Bantaeng, Kab Enrekang, Kab Sidereng Rappang, Kab Jeneponto, Kab Wajo, Kab Luwu, Kab Pinrang, Kab Kolaka, Kab Gorontalo Utara, Kab Mamasa, Kab Polewali Mandar, Kab Maluku Tenggara, Kab Membramo Tengah, Kab Paniai, Kab Puncak, Kab Deiyai, Kab Jayawijaya, Kab Biak Numfor, Kab Mimika.

(red)