Persiapan Lomba Pacu Rakik Tradisional

283 views

SpiritNews.Co, Solok | 17 Agustusan, sudah sering terdengar ditelinga kita, hampir tiap tahun perkataan itu muncul tiap kali mulai dekat dengan tanggal 17 di bulan Agustus. Biasanya menjelang atau sesudah tanggal 17 Agustus, berbagai bentuk perlombaan lokal, khas daerah, mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten mulai di gelar masyarakat, begitupun tingkat sekolah mulai dari SD hingga SMP.

Biasanya jenis perlombaan adalah yang unik, seru dan dapat diikuti semua kalangan baik tua/muda, laki-laki/perempuan.

Di Kota Solok, sejumlah pemuda, dari berbagai kelurahan mulai mempersiapkan berbagai macam hal, mulai dari ide, tempat, peserta hingga biaya yang dibutuhkan dipersiapkan. Tentunya untuk makin memeriahkan pesta rakyat dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Selain untuk hiburan, perlombaan 17 Agustus juga diharapkan sejumlah kalangan dapat menjadi daya tarik wisatawan, khususnya yang khas daerah, seperti lomba pacu rakik tradisional yang digelar di batang lembang.

Selain itu juga perlombaan di sejumlah kelurahan, seperti panjat pinang, tarik tambang, pacu karung, tangkap belut di sawah solok, sepak bola daster, yang banyak dari kalangan dewasa yang ikut.

Sementara itu anak-anak, kebanyakan lomba memasukan paku/pensil kedalam botol, makan kerupuk, gigit koin dari limau/kelapa, memasukan belut kedalam botol, memecahkan balon dan banyak lagi berbagai perlombaan yang unik dan kreatif.

Sementara di Koto Panjang, event 17 Agustus kerap mendapat perhatian lebih, khsusunya lomba pacu rakik tradisional, yang selain besar juga dapat menarik wisatawan lokal.

Dalam rangka mengairahkan semangat dan kebersamaan, menyambut HUT RI ke – 72, masyarakat Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok melaksanakan gotong royong (goro) bersama disepanjang aliran sungai batang lembang, tepatnya di mulai dari belakang SMK Kosgoro 1 Solok hingga Belakang Pasar Modern, Senin, 15 Agustus 2017.

Ikut dalam rombongan Goro tersebut, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Kasi Intel Kodim Kapten P Simanjorang, Babinsa Kodim 0309 Solok, Polsek Kota Solok, Babin Kamtibmas Polres Solok Kota, sejumlah jajaran Dinas Kebersihan dan Tata Ruang, Polisi Pamong Praja, Ketua Pemuda Koto Panjang Zal Pitok, Ketua Lembaha Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Koto Panjang Syofiar Syam, Para ibu-ibu yang dipimpin Bundo Taci (mantan Bundo Kandung Kota Solok) dan sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat Koto Panjang.

Lomba Pacu Rakik memang mendapat perhatian lebih, mulai dari Pemko Solok, DPRD hingga Kepolisian, selain untuk dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, goro menjelang perlombaan juga untuk mengajarkan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai serta menjaga keberadaan batang lembang.

Dengan sedikit sentuhan dari masyarakat, batang lembang dapat menjadi objek wisata dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan, tentunya dengan lomba pacu rakik bambu tradisional. Lomba pacu rakik sebelumnya sempat vakum dari tahun 2012 hingga 2015, dan kembali diberdayakan pada tahun 2016. Dengan kemasan sederhana oleh masyarakat setempat, diharapkan dapat menimbulkan warna tersendiri dan dapat menjadi agenda tahunan. Lomba Pacu Rakik terbilang sederhana, namun berdampak besar bagi masyarakat setempat, selain menjadi objek wisata juga dapat menjadi ajang olahraha seperti melatih ketrampilan memacu rakik.

Pantauan awak media, masyarakat sekitar bahu-membahu membersihkan got, jalan serta titik start dan finish. Ketika goro telah berlangsung sekitar 30 menit, masyarakat mulai gerah dan berkeringat, beberapa masyarakat mulai membuka baju dan mengangkat celana. Seketika Kapolres terkejut, dengan banyaknya pria paruh baya bertato dan memiliki bekas tato dibadanya, ada yang dilengan, punggung, pundak, hingga betis.

“Ternyata disinya banyak banget preman ya?” kata Dony mencandai warga disambut dengan gelak tawa masyarakat.

Dony pun menemukan sebuah pistol dari dasar sungai batang lembang, seraya mengayunkan pistolnya, dengan kelakar dony berkata, “di sini juga ada senjata api,”kata Dony. Padahal itu hanyalah pistol plastik mainan anak-anak. Seraya Dony membidik sejumlah anggotanya, “dor,dor,dor”kata Dony, disambut gelak tawa masyarakat dan anak-anak yang hadir.

Selesai Goro, masyarakat menggelar forum diskusi. Kapolres kemudian kembali bertanya, mengapa banyak yang bertato. Dengan gayanya yang bersahabat, diskusi berjalan cukup seru. Masyarakat mengatakan kepada Kapolres, dulu Kelurahan Koto Panjang yang berada disamping Pasar Raya Solok, dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas.

“Daerah kami dulu dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas. Seperti narkoba, tawuran, pencurian, dan sebagainya. Namun, hal itu sudah tidak ada lagi sekarang. Meskipun, stigma negatif itu, tetap bertahan. Biarlah, waktu dan kenyataan akan mengubahnya sendiri,” ujar Syofiar Syam, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Koto Panjang.

Setiap kali ada acara keramaian seperti orgen, selalu terjadi tawuran, dan biang keladinya adalah Koto Panjang. Tapi itu dulu, karena kini, kawasan itu telah berubah menjadi daerah yang damai, dengan cara menempuh pemberdayaan pemuda dan masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat dan tingkat pendidikan, kemudian juga kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, lambat laun Koto Panjang berubah dan menjadi lebih baik seperti sekarang.

Bahkan, Pemko Solok pernah berencana menjadikan kawasan ini sebagai kawasan teletubbies. Dengan cara memberikan cat warna-warni untuk rumah-rumah warga.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan, pihaknya berharap kegiatan lomba pacu rakik dapat berlangsung tertib dan lancar. Dony yang juga ikut melaksanakan goro, ikut menceburkan diri bersama masyarakat membersihkan aliran sungai, mengaku bangga dengan antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam memperingati HUT RI ke-72.

“Masyarakat disini sangat antusias mempersiapkan kegiatan lomba pacu rakik, terutama semangat dalam bergotong-royong,” kata Dony di sela-sela goro bersama.

Kapolres juga memberikan bantuan untuk panitia sebesar 1,5 juta rupiah.

Ketua LPMK Syofiar Syam mengatakan lomba pacu rakik akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Agustus. Kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan dukungan dan kerja keras masyarakat kelurahan, sebagai bukti peran masyarakat menyambut hari kemerdekaan.

“Semua berkat dukungan masyarakat yang mau bekerja keras, sementara untuk bantuan dari Kapolres sudah sangat besar, karena Kapolres juga ikut goro bersama kami,” kata Syofiar.

Sementara itu salah seorang masyarakat mengatakan, Mahmudin mengatakan masyarakat kelurahan Koto Panjang telah terbiasa saling bantu dan tolong, dengan diikuti bersama, goro bagianya adalah kepuasan tersendiri.

“Ini lomba kita bersama, diikuti bersama, dan kepuasanya juga menjadi kepuasan bersama,” katanya. (EYN)