Peringati Hardiknas, KPK: Jangan Cuma Pintar tapi Malah Korupsi

255 views

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

SpiritNews.Co, Jakarta | Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan tugas utama lembaganya bukan hanya menangkap koruptor. Menurut Saut, ada empat tugas lainnya yang diemban KPK dan keempatnya mengenai pendidikan.

“Di KPK itu, dari lima tugas utamanya, nangkep-nangkepin orang yang korup itu cuman satu. Yang empat lainnya itu most likely persis sekali itu adalah pendidikan sebenarnya,” kata Saut di RPTRA Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 2 Mei 2017.

Saut mengatakan hal ini dalam acara Pesta Pendidikan 2017 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ia mengatakan tugas KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi juga melakukan supervisi dalam dunia pendidikan agar punya kurikulum yang baik.

“Yang pertama koordinasi, supaya Indonesia bersih, makmur. Supaya Indonesia punya daya saing. Kemudian berikutnya supervisi, supaya pejabatnya baik-baik, supaya kurikulumnya baik, supaya kotanya bersih, supaya pendidikannya maju, itu juga ada learning process, lagi-lagi pendidikan,” ujar dia.

Selain itu, KPK juga membuat banyak produk pendidikan. Hal ini dilakukan untuk memberikan penyadaran.

Dia menambahkan, selain itu KPK juga membuat lomba-lomba untuk masyarakat umum untuk ikut menimbulkan kesadaran dalam pencegahan korupsi. Begitu pun dalam monitoring, KPK ikut memperhatikan pendidikan.

“Kemudian pencegahan, bagaimana supaya orang tidak korupsi. Kita bikin banyak produk-produk pendidikan, kursus-kursus, film, ada lomba lagu, story telling, itu pencegahan. Lalu juga monitoring, apa yang dimonitor, perilaku pelajar, perilaku perguruan tinggi. Itu semua yang dilihat KPK,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena KPK tidak dapat melakukan pencegahan korupsi sendirian. Maka upaya pencegahan korupsi ini dilakukan melibatkan berbagai pihak dengan beragam cara.

Dan UU KPK, lanjutnya, telah mencakup semua jenjang pendidikan dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Oleh sebab itu, Saut mengatakan dalam dunia pendidikan, hal yang juga penting selain pintar adalah berintegritas.

“Jadi yang paling penting, pintar saja tidak cukup. Yang paling penting adalah berintegritas. Apa itu, adalah orang-orang yang memiliki kepribadian yang tidak berubah, mulai dari dia lulus sampai dia pensiun di suatu saat,” tuturnya.

“Jadi jangan baik-baik di sekolah, tapi ketika menjabat, langsung ada duit di bawah meja, diambil. Itu bukan integritas,” sambung Saut.

Lebih mendalam lagi, Saut menjelaskan, orang yang punya sikap integritas itu selalu takut untuk melakukan kejahatan. Dan sikap integritas itu lekat dengan nilai ketuhanan.

Karena apa, di dalam integritas itu ada Tuhan di dalamnya. Orang yang berintegritas itu adalah orang yang takut dengan kejahatan, yang rapi, tekun, setia, orang yang nggak gampang marah, orang yang mampu bersaing. Orang-orang berintegritas adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhannya, dekat dengan orang tuanya, dekat dengan negaranya, dekat dengan gurunya,” papar Saut. (red)