Perilaku LGBT Dinilai Dipengaruhi Faktor Lingkungan

74 views

Ilustrasi

SpiritNews.Co, Jakarta | Perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dinilai dipengaruhi oleh faktor lingkungan maupun psikologis. Perilaku itu terjadi akibat lingkungan yang kerap menganggap orang yang suka dengan sesama jenis merupakan hal biasa.

“Karena ada faktor lingkungan yang membentuk. Jadi, pendidikan di keluarga juga sangat berpengaruh (untuk membentengi). Begitu kira-kira dalam konteks neuropsikologi,” kata Pakar Neuropsikolog Ikhsan Gumilar di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Desember 2017.

Ikhsan juga menilai, perilaku LGBT berawal dari seseorang yang memiliki kegalauan akan kehidupan dan orientasi seksnya lantaran menganggap dirinya memiliki kelainan. Menurutnya, orang-orang yang berpotensi terjerat dalam kubangan LGBT tersebut terdiri atas anak-anak dan remaja.

Ini seperti kita berbohong itu salah, tapi semua pernah berbohong. Seperti itu semua orang yang mengalami potensi LGBT, mereka mengalami kegalauan. Cuma bedanya ketika remaja itu galau dia salah masuk ke komunitas dan menilai perilaku seperti itu enggak apa-apa, karena kamu minoritas. Kalau seperti jawabannya hampir 100 persen pasti jadi LGBT,” papar Ikhsan.

Ikhsan melanjutkan, orang dengan perilaku seks LGBT mempunyai persoalan terjebak dalam alam pemikiran yang salah. Otak para pelaku LGBT itu, menurutnya, cenderung tak berkembang dan akan berhenti berkembang pada umur tertentu.

“Jika sampai umur 40 tahun (berhenti berkembang-red) ya sudah berarti umur segitu,” kata Ikhsan.

Meski demikian, Ikhsan tak menampik bahwa berdasarkan riset terbaru terdapat sebuah hipotesis yang menyatakan otak pengidap LGBT dapat kembali berkembang ‎jika terus menjalani terapi ke psikiater atau psikolog. Artinya, pengidap LGBT dapat disembuhkan.

 

(red)