Peran Putri Indonesia Dalam Pencegahan Korupsi

9 views


Jakarta | Perempuan diyakini memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mencegah korupsi. Alasannya, sebagai seorang ibu dan istri, perempuan memiliki karakter yang khas untuk mengembangkan, mengajarkan, dan mendidik. Perempuan kerap berbagi dan memiliki kebutuhan berkumpul yang besar. Sehingga bisa menciptakan sosialisasi yang lebih banyak dalam masyarakat.

Sadar akan kekuatan perempuan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (6/3) memberikan pembekalan kepada 39 Finalis Putri Indonesia dari 34 Provinsi yang datang berkunjung ke Gedung KPK.

“Sudah kodrat kalau perempuan lebih suka berkumpul, lebih suka curhat. Itulah salah satu yang menjadi kekuatan dari kaum perempuan. Kekuatan untuk berbagi pesan-pesan antikorupsi,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, saat memberi sambutan.

Alex juga mengatakan bahwa sebelum perempuan menyebarkan nilai-nilai antikorupsi ke masyarakat, mereka harus menanamkan kejujuran terlebih dahulu yang dimulai dari diri sendiri. Sebab, jika tidak, perempuan juga dapat berperan utama yang mendorong para pria melakukan perbuatan korupsi. Banyak pria yang terjerumus perbuatan korupsi karena desakan perempuan yang dekat dengannya.

“Dalam hidup ada istilah harta, tahta dan wanita. Nah, di belakang Gedung KPK itu ada tahanan, banyak pejabat penyelenggara negara jatuh karena ketiga hal itu. Pertama, dia gila kekuasaan, tahta, mengorbankan banyak hartanya untuk meraih kekuasaan dan ketika sudah duduk pada kekuasaan dia haus harta dan ketika harta itu diperoleh dengan cara tidak benar, salah satu pelariannya adalah wanita. Banyak kejadian seperti itu,” tuturnya.

Lebih lanjut Alex mengatakan bahwa Finalis Putri Indonesia memiliki pengaruh dalam masyarakat sebagai sosok wanita berparas ayu dan pintar. Sehingga, diharapkan dapat menyebarkan pesan-pesan antikorupsi dengan baik.

“Kami berharap para Finalis Putri Indonesia bisa memviralkan dan menjadi agen antikorupsi. Karena saya lihat banyak sekali pengikutnya di media-media sosial. Mari kita suarakan “Berani Jujur” kepada masyarakat,” pesannya.

Setiap tahun, para finalis Putri Indonesia mengunjungi KPK. Dalam masa karantina, mereka diberikan pelatihan dan pembinaan kepribadian, salah satunya nilai-nilai antikorupsi. [jukisan/Hums/KPK]