Penjara Khusus Teroris di Sentul Belum Difungsikan

33 views

Pengamanan Pasca-Kericuhan Napi Terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

SpiritNews.Co, Jakarta | Pengamat terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak sepakat bila pemerintah membuat penjara khusus bagi narapidana kasus terorisme (napiter).

Hal itu dikatakan Zaki terkait adanya insiden kerusuhan, penyanderaan, hingga pembunuhan di rutan cabang Salemba, Mako Brimob pada Selasa 8 Mei 2018.

Dalam insiden itu, 5 orang polisi tewas dan 1 orang napiter bernasib serupa. Selain itu, ada pula drama penyanderaan seorang anggota polisi oleh para napiter. Aparat Bhayangkara itu akhirnya dilepaskan.

“Jadi saya setuju pemerintah segera membuat penjara khusus teroris, tentu tidak seperti Guantanamo,” kata Zaki seperti dilansir dari Okezone, Jumat, 11 Mei 2018.

Menurut Zaki, rencana pembuatan penjara khusus napiter sebenarnya sudah lama diwacanakan. Namun, eksekusinya selalu tidak maksimal.

Ia pun mengatakan, penjara untuk napiter sebetulnya sudah ada di kawasan Sentul, Bogor, tepatnya di kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Sudah dibuat di Sentul, di kantor BNPT, tapi jumlahnya sangat terbatas dan tampaknya belum banyak difungsikan,” ungkapnya.

Rutan Mako Brimob, menurut Zaki, memang sejak awal tidak didesain sebagai tahanan napiter. Sehingga, banyak tidak memenuhi standar dengan maximum security. Apalagi, seperti dikatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, rutan tersebut over capacity.

“Semoga setelah kasus ini benar-benar dapat terealisasi (penjara khusus teroris). Sehingga kekhawatiran lapas-lapas teroris justru menjadi ‘universitas teroris’ yang menyebabkan mereka makin radikal dan canggih, bisa dihindarkan,” pungkas Zaki. (okz/red)