Pemko Solok Serahkan Bantuan Peralatan Dagang Kepada PKL dan Pedagang Keliling

123 views

SpiritNews.Co, Solok | Pemerintah Kota (Pemko) Solok menyerahkan bantuan (hibah-red) kepada Kelompok Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pedagang Keliling Kota Solok, dalam rangka peningkatan kesejahteraan para PKL dan pedagang keliling, di Aula Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM), Kota Solok, Kamis, 2 November 2017. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier.

Bantuan tersebut diserahkan kepada 3 kelompok pedagang yakni, Aspek, Semoga Maju dan Barokah. Turut dihadiri Kepala Dinas PKUKM, Kepala bagian perekonomian Setda Kota Solok, sejumlah Camat dan Lurah, serta kelompok pedagang.

Pemko Solok menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan usaha, yakni 25 unit bagasi motor, 50 unit gerobak dan 25 unit etalase, kepada ketiga kelompok pedagang kaki lima dan pedagang keliling tersebut.

Semoga dengan bantuan ini dapat mempermudah dan meningkatkan usaha para pedagang di Kota Solok,” kata Reinier.

Reinier mengatakan, pihaknya bersyukur dan bangga dengan banyaknya Pedagang di Kota Solok yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan, dimulai dari depan Taman Kota, Pertokoan Solindo, Bundo Kanduang, Jalan KH Ahmad Dahlan sampai ke Pandan Ujung dan tempat-tempat strategis lainnya untuk berjualan.

“Saya bersyukur ada banyak pedagang di Kota Solok. Hal tersebut sangat dibutuhkan, karena Kota Solok memang tidak memiliki sumber daya alam yang banyak. Kota Solok juga merupakan Kota Perdagangan dan Jasa, sehingga keberdaan pedagang merupakan potensi daerah kita,” kata Reinier,

Tapi, kata Reinier, banyak pedagang-pedagang yang kurang memperhatikan kebersihan tempat berjualan, sehingga kurang menarik bagi para pembeli, dan berdampak pada kesejahteraan pedagang, karena penjualan yang menurun. Selain itu, juga mengurangi keindahan dan kerapihan Kota Solok.

“Namun, dari banyaknya gerobak etalase yang digunakan terlihat belum semuanya terlihat rapi, bersih, indah dan menarik sehingga mempengaruhi terhadap ketertiban, kebersihan dan keindahan kota secara keseluruhan. Saya harap para pedagang di Kota Solok untuk bersih dan rapi dalam berjualan, sehingga enak dilihat dan berdampak pada peningkatan penjulan,” kata Reinier.

Reinier mengatakan, seiring dengan perkembangan waktu keberadaan pedagang kaki lima dan keliling ini cukup memberikan alternatif lapangan usaha bagi masyarakat dan pertumbuhannya cukup memberikan dampak positif dalam peningkatan dan perkembangan ekonomi daerah, sehingga sudah seharusnya ada perhatian khusus oleh Pemko Solok untuk melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap pedagang.

“Sehubungan dalam hal tersebut, serta dalam rangka mengapresiasikan keberdaan PKL dan Pedagang Keliling di Kota Solok, maka pada tahun anggaran 2017 ini akan dilakukan pembinaan dan penataan dengan menyediakan anggaran untuk pembuatan pengadaan bagasi motor, gerobak dan etalase yang diberikan kepada para pedagang,” kata Reinier.

Menurutnya, karena keterbatasan anggaran, maka untuk kali ini hanya kepada 100 pedagang saja yang mendapatkan bantuan. Pemko berjanji untuk tahun-tahun yang akan datang, akan tetap berupaya untuk membantu pedagang-pedangang lainnya dengan memberikan peralatan usaha yang dibutuhkan.

Reinier juga ingin komitmen dari seluruh pihak untuk mensukseskan, serta mensejahterakan para pedagang Usaha Kecil dan Menengah di Kota Solok.

“Kita semua ingin terlepas dari jerat kemiskinan. Oleh sebab itu kita harus berusaha lebih giat lagi, dan yang paling penting adalah pengendalian diri, dengan pengendalian diri kita dapat bersungguh-sungguh dalam merubah nasib, serta biasakan menabung meskipun sedikit harus kita biasakan, sehingga pengendalian diri tersebut dapat terasa manfaatnya terhadap kesejahteraan pada pedagang di Kota Solok,” kata Reinier.

“Dengan terpilihnya PKL dari Kelompok Barokah, semoga maju dan aspek untuk menerima bantuan tahun ini, ke depanya kami harapkan untuk bisa lebih giat berusaha khususnya dalam menyajikan kuliner (makanan -red) yang sehat, bersih dan nikmat sehingga masyarakat konsumen dapat lebih nyaman dan betah berbelanja,” kata Reinier. (EYN)