Pemko Solok Gelar Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2019

50 views

SpiritNews.Co, Solok | Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Solok Tahun 2019, merupakan tahapan penting dan strategis dalam proses perencanaan pembangunan tahunan Kota Solok. Musrenbang tingkat Kota tersebut dibuka langsung Wali Kota Solok Zul Elfian, di Gedung Kubuang 13, Rabu, 21 Maret 2018.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Sekretaris Daerah Kota Solok, unsur Forkompinda, Kepala OPD, Camat, seluruh Lurah serta seluruh stakeholder yang ada di Kota Solok.

Direncanakan proses Musrenbang ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 21 hingga 23 Maret 2018 yang bertempat di Gedung Kubuang 13 dan Kantor Bappeda Kota Solok.

Wali Kota (Wako) Solok Zul Elfian mengatakan, momentum ini sangat penting, karena telah memasuki tahun ketiga perencanaan dan tahun keempat dari pelaksanaan tugas Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2016-2021.

Sejalan dengan hal tersebut, Wako meminta untuk kepada seluruh pihak untuk memperhatikan dan memilik tanggung jawab meningkatkan akselerasi pembangunan dalam mendukung pencapaian terhadap visi pembangunan jangka menengah daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota solok tahun 2016-2021.

Yakni, terwujudnya masyarakat Kota Solok yang beriman, bertaqwa dan sejahtera menuju kota perdagangan, jasa serta pendidikan yang maju dan modern.

Dalam rangka mendukung upaya pencapaian visi tersebut ditetapkanlah tema pembangunan Kota Solok tahun 2019 yaitu “optimalisasi pelayanan publik melalui peningkatan infrastruktur untuk mendorong investasi daerah menuju visit solok 2020,”.

Tema pembangunan yang ditetapkan tidak terlepas dari target-target yang telah ada di dalam RPJMD, dimana ditargetkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Solok.

“Saat ini kita sudah memasuki dinamika pembangunan yang cukup kompleks, tuntutan akan pembangunan dari masyarakat, semakin tinggi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Solok untuk lebih berpacu menjadi lebih maju, dalam meningkatkan kinerja pembangunan yang tentunya menjadi catatan tersendri bagi Kota Solok untuk dapat mendongkrak pembangunan, melalui pengembangan ekonomi daerah, membangun sektor-sektor unggul, serta mengoptimalkan sumberdaya lokal secara lebih optimal,” kata Zul Elfian.

Pada tahun 2019, Kota Solok akan menjadi tuan rumah MTQ nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat. Diharapkan penyelenggaraan MTQ tersebut dapat terlaksana lebih meriah, sukses pelaksanaan, sukses prestasi dan dengan banyaknya orang berkunjung ke Kota Solok dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kota. Tahun 2019, juga merupakan tahun politik dimana akan diselenggarakan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. Sehingga juga perlu untuk mengalokasikan anggaran untuk perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Untuk itu diperlukan pemikiran dan pemahaman yang positif dalam membangun konsep dan strategi pembangunan secara lebih terarah, terpadu, serta bersinergi antar sektor dalam upaya mendaya gunakan sumber pendanaan yang terbatas.

Pada kesempatan itu, Wali Kota meminta kepada Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Solok untuk saling berkoordinasi, saling berdiskusi, saling sharing pendapat, serta dapat memilah kegiatan mana saja yang membutuhkan bantuan dan keterlibatan sektor atau dari perangkat daerah lain agar integrasi pembangunan dapat berjalan secara lebih optimal.

Apalagi, saat ini, aparatur dan masyarakat sudah semakin dewasa dan mampu menilai berbagai usulan program dan kegiatan pembangunan. Untuk itu kepada para peserta musrenbang, agar mampu mengelompokan mana program/kegiatan yang sangat mendesak dan perlu menjadi prioritas untuk dilaksanakan serta mana program/kegiatan yang masih dapat ditunda pelaksanaanya.

“Saya percaya untuk bisa memilah-milah berbagai masukan ini memerlukan proses panjang. Masyarakat kita semakin bisa memahami bahwa tidak semua usulan program/kegiatan dari hasil musrenbang kelurahan dan kecamatan dapat dilaksanakan, karena kemampuan anggaran kita terbatas. Sementara masukan masyarakat kita begitu banyak dan beragam. Pada titik inilah diperlukan kemampuan untuk memilih program yang benar-benar menjadi prioritas. Saya optimis, musrenbang ini akan mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Solok,” katanya.

Sebagai panduan dalam menyusun program dan kegiatan tahun 2019, telah ditetapkan prioritas pembangunan Kota Solok sebagaimana dirumuskan dalam RPJMD Kota Solok tahun 2016-2021.

Sementara itu ada beberapa kegiatan prioritas yang sedang dibangun dan mendesak untuk penyelesaianya antara lain, pembangunan GOR, pembangunan RSUD, pembenahan bantaran sungai, pengembangan agrowisata payo, lanjutan penyelesaian jalan lingkar utara, penyelenggaraan Pileg dan Pilpres serta penyelenggaraan MTQ Nasional.

Disamping itu, diharapkan pelaksanaan musrenbang menjadi media interaktif bagi segenap stakeholders untuk menetapkan program dan kegiatan serta rekomendasi kebijakan guna mendukung implementasi program/kegiatan tahun anggaran berikutnya. Membangun komitmen bersama dalam pencapaian pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel.

Dengan dibahasnya Rancangan RKPD Kota Solok tahun 2019 dalam Musrenbang, diharapkan akan tersusun konsep rencana pembangunan yang lebih sempurna melalui berbagai pemikiran dan pertimbangan yang matang, serta gagaran yang inovatif dan cerdas dari semua pihak, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan yang telah dituangkan dalam RPJMD tahun 2016-2021.

Wali Kota berharap forum Musrenbang dapat menghasilkan kesepakatan dan komitmen diantara pelaku pembangunan terhadap usulan program, kegiatan dan anggaran tahunan daerah, sehingga kegiatan pembangunan yang akan datang dapat dilaksanakan secara lebih terfokus, dengant target yang jelas, dan dapat direalisasikan dalam bentuk alokasi anggaran pada tahun 2019. Penentuan program/kegiatan prioritas perlu dilakukan karena keterbatasan angaran yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan.

“Untuk itu, kepada para peserta musrenbang saya ucapkan selamat berdiskusi, semoga dengan kerja keras, kita dapat membangun daerah melaui mekanisme partisipatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kota solok, mari kita jadikan musrenbang RKPD tahun 2019 ini sebagai wadah untuk mewujudkan program-program pembangunan yang lebih baik dan tepat sasaran berpihak pada masyarakat miskin, peningkatakn kualitas hidup dan kehidupan masyarakat melalui penguatan struktur ekonomi,” kata Zul Elfian.

Sementara, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can mengatakan, Musrenbang harus mengedapankan kepentingan pembangunan di Kota Solok.

“Musyawarah ini harus mengakomodir masukan dari bawah mulai dari tingkat RT hingga tingkat Kota,” katanya.

Selanjutnya Zul Elfian bersama Yutris Can pada pembukaan Musrenbang RKPD tersebut memberikan penghargaan kepada Kelurahan dan Fasilitator terbaik dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat Kelurahan. Yaitu, Kelurahan KTK menempati posisi Terbaik 1, Kelurahan Nan Balimo di peringkat Terbaik 2, serta Terbaik 3 diraih oleh Kelurahan IX Korong.

Sedangkan sebagai Fasilitator Terbaik Bidang Sosial Budaya didapatkan oleh Don Rizal, pada Bidang Ekonomi diraih oleh Ratna Dewi, pada Bidang Prasarana Wilayah disabet oleh Ade Surya.

Kepala Bappeda Kota Solok Jonedi mengatakan, berdasarkan permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara prencanaan, pengendalian dan evauasi pembangunan daerah tentang RPJPD dan RPJMD serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD, Bappeda diamanatkan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan Musrenbang RKPD, Pelaksanaan Musrenbang RKPD dihadiri oleh para pemangku kepentingan. Penyusunan dimulai dengan penyusunan Rancangan Awal RKPD, yang kemudian disempurnakan menjadi Rancangan RKPD melalui beberapa tahapan yakni, Pra Musrenbang Kelurahan pada bulan November – Desember 2017.

Musrenbang kelurahan pada bulan Januari – Februari 2018, Musrenbang kecamatan pada bulan Februari 2018, dan Forum Perangkat Daerah (FPD) pada bulan Februari hingga Maret 2018. FPD bertujuan untuk menyempurnakan Rancangan Renja PD dengan mengakomodir hasil Musrenbang Kecamatan. Tahapan selanjutnya adalah Musrenbang tingkat Kota selama 3 hari, dari tanggal 21-23 Maret 2018.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kota Solok Tahun 2018, bertujuan untuk menyelaraskan rancangan program dan kegiatan perangkat daerah dengan usulan kegiatan hasil musrenbang kecamatan dengan memprioritaskan usulan hasil musrenbang kecamatan.

Mempertajam input dan output kegiatan serta target kinerja dan sumber pendanaan sesuai dengan tupoksi dan pagu indikatif Perangkat Daerah. Menyelaraskan program dan kegiatan antar perangkat daerah dengan perangkat daerah lainya dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi pelaksanaan prioritas pembangunand daerah.

“Hasil yang diharapkan pada pelaksanaan Musrenbang adalah menghasilkan kesepakatan tentang rumusan rencana kegiatan pembangunan Kota yang dituangkan dalam RKPD dan Renja PD. Adapun para peserta yang mengikuti Musrenbang RKPD Kota Solok tahun 2019, adalah anggota DPRD Kota Solok, Perangkat Daerah, Instansi vertikal, camat se Kota Solok, Lurah se Kota Solok, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan, fasilitator perencanaan kecamatan dan fasilitator perencanaan kelurahan,” kata Jonedi. (eyn)