Pembunuhan Pegawai BNN, Berawal Cekcok yang Berujung Tembakan

153 views

Rumah yang jadi lokasi tewasnya pegawai BNN Indria Kameswari di Bogor.

SpiritNews.Co, Jakarta | Abdul Malik Azis ditangkap oleh petugas gabungan Polda Riau, Polres Bogor, dan BNN. Pelaku pembunuhan pegawai BNN ini diciduk dari kediaman iparnya di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau pada Minggu malam, 3 September 2017.

Pelaku yang tak lain merupakan suami dari korban bernama Indria Kameswari ini sempat hilang sejak Jumat, 1 September 2017. Sekitar 30 menit sebelum jasad Indria ditemukan warga, Abdul sempat terlihat meninggalkan perumahan River Valley Cijeruk, Bogor.

Sebelum tewas, Indria dikabarkan sempat terlibat cekcok dengan suaminya. Hasil olah TKP oleh polisi, ditemukan luka di punggung korban yang diduga ditembak pelaku.

Setelah ditangkap, Abdul diperiksa oleh petugas terkait pembunuhan yang dilakukan kepada pegawai Balai Diklat BNN ini. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

“Berdasarkan pengakuan sementara, dia (Abdul Malik) memang berniat melakukan pembunuhan kepada korban Indria Kameswari,” kata Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar S Fana, Senin, 4 September 2017.

Indria Kameswari.

Abdul sempat memberikan pernyataan yang berubah-ubah pada awal pemeriksaan yang dilakukan kepadanya. Abdul kadang mengakui membunuh istrinya secara tidak sengaja.

Di lain kesempatan dia mengakui membunuh istrinya karena pertengkaran. Polisi akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui motif pembunuhan yang dilakukan Abdul.

“Pengakuannya masih gonta-ganti masih belum kooperatif, jadi masih berubah-ubah terus kita belum bisa jadikan pengakuan sementara ini jadi modus operandinya, latar belakangnya masih kita dalami,” ujar Umar.

Selain mendalami keterangan dari Abdul, polisi juga tengah mencari senjata api yang dipakai pelaku. Alat bukti ini dibutuhkan untuk menetapkan Abdul melakukan pembunuhan berencana kepada Indria.

“Belum (dapat barang bukti) masih didalami. Itu juga belum dapat (informasi pembunuhan berencana) apa lagi merencanakan atau tidak, modusnya belum terkuak dengan sempurna, tapi kalau modus kita dapat baru kita bicara apakah pembunuhannya rencana atau tidak,” jelas Umar.

Umar juga memastikan apa yang dilakukan Abdul bukan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. “Sudah dipastikan pembunuhan, tapi apakah itu direncanakan atau tidak itu nanti alat bukti tambahan yang harus kita kumpulkan untuk memutuskan direncanakan atau tidak,” katanya.

Karena perbuatannya Abdul Azis dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Namun, polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan cara AM melakukan aksinya. Pihaknya juga masih mencari senjata api yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.

“Berdasarkan visum, betul korban memang luka (karena) tembak. Untuk jenis senjata yang digunakan tersangka kita belum pastikan. Kita masih cari bukti otentiknya (senpi),” ujar Umar.

Sementara itu, keluarga Abdul Malik menyatakan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi. Kakak kandung Abdul, Siti Nuraini mengatakan adiknya tak punya niat membunuh istrinya.

“Saya mohon maaf, atas nama keluarga mohon maaf kepada BNN, dan ini tolong, dan ini mohon dilakukan seadil-adilnya. Jangan didahulukan masalah korps, karena ini kan masalah pribadi, antara Pak Malik (AM) dan Indria. Karena psikologis, adik saya setelah menikah dengan Indria sangat berubah,” kata Siti Nuraini, Senin, 4 September 2017.

Siti mengatakan, Abdul adalah suami kelima Indria setelah berstatus janda. Abdul bekerja sebagai kontraktor perumahan.

“Adik saya itu duda satu kali, kalau Ibu Indria janda 4 kali. Jadi adik saya itu suami kelima Ibu Indria. Pekerjaan adik saya itu wiraswasta, di perumahan, kontraktor, dia (AM) tidak pernah jadi anggota,” ungkap Siti.

Dia juga mengatakan Abdul pernah mengalami penganiayaan oleh Indria selama menikah. Abdul juga pernah mendapat ancaman dari Indria.

“Pernah tanggal 23 bulan 2 tahun 2016 itu, muka adik saya memar-memar. Saya tidak terima kan, saya bawa visum itu adik saya. Tapi pas saya mau laporkan ini Ibu Indria, adik saya melarang. Ya sudah, waktu itu kami diam, tapi kami punya bukti visum,” ujar Siti. (red)