Para Supir Truk di Cilegon Diberikan Penyuluhan Bahaya Narkoba

36 views

 

Spiritnews.co | Cilegon – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba Polda Banten) sosialisasikan bahaya penggunaan zat narkotika berbahaya (Narkoba) kepada para pengemudi truk di salah satu pangkalan yang berada di Kecamatan Gerem, Kota Cilegon, Selasa (29/01/2019). Belasan orang baik dari pengurus, pengemudi truk treller dan box tampak mengikuti sosiali tersebut dengan seksama.

Penyampaian sosialisasi dilakukan oleh Kabagbinosnal Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Ade Kusnadi, S.H., M.Si. Menurut Ade, banyaknya penyalahgunaan narkoba dikalangan pekerja transportasi dikarenakan kurangnya pemahaman serta sosialisasi mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Diperusahan mereka (pengemudi jasa angkut-red) tidak mendapatkan cukup informasi bahkan tidak pernah mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi tentang penyalahgunaan, penggunaan bahkan peredaran narkoba dikalangan pekerja jasa transportasi.

Bahkan, dari penggunaan narkoba dikalangan supir bukan hal yang tidak mungkin terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dikarenakan dalam pengaruh narkoba. Bukan hanya kelasahan manusia (Human Error), rusaknya jalan, dan kondisi kendaraan, akan tetapi ada diantaranya pengemudi yang dipengaruhi oleh narkoba.

“Salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah penggunaan narkoba oleh pengemudi. Salah satu objek sasaran sosialisasi ini adalah pengemudi yang kita arahkan, supaya paham dampak negatif yang ditimbulkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” kata AKBP Ade Kusnadi saat ditemui diruangang kerjanya, Rabu (30/01/2019).

Media transportasi seperti truk seringkali digunakan sebagai alat oleh pelaku dalam peredaran gelap narkoba ke berbagai daerah melalui transportasi darat diantaranya truk, bus, jasa travel

“Tidak hanya itu, tetapi mereka jadi objek daripada orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka (pelaku/pengedar narkoba) menggunakan supir atau jasa transportasi sebagai media dalam penyebaran/pendistribusian narkoba ke berbagai daerah,” tambahnya.

Pihaknya akan melakukan upaya-upaya pencegahan penyalagunaan narkoba dengan melakukan sosialisasi di berbagai instansi pemerintahan daerah, instansi pendidikan, kalangan guru, dan instansi lainnya.

“Dikesempatan lainnya akan kita lakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba di berbagai instansi pemerintahan daerah. Dalam waktu dekat ini akan kita lakukan sosialisasi dikalangan guru, karena mereka adalah panjang tangan kita. Supaya nanti guru-guru di dunia pendidikan dapat menyampaikan tentang bahaya penggunaan narkoba,” tandasnya mengakhiri. [jukisan/Dewi]