Papa Nde, Nasihat Perjuangan Sang Panutan

414 views

SpiritNews.Co, Cilegon | Bertepatan dengan peringatan 100 hari wafatnya bapak pembangunan Kota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at, cucu dari mantan Walikota Cilegon atau biasa dipanggil Wali Sepuh, yakni dr. Maizan Khairun Nissa menggelar launching dan bedah buku karya miliknya yang berjudul “Papa Nde, Nasihat Perjuangan Sang Panutan”.

Dalam buku setebal 192 halaman tersebut mengupas tentang petuah hidup yang disampaikan oleh tokoh kharismatik itu kepada cucu – cucunya semasa hidupnya.

dr. Maizan Khairun Nissa mengatakan, dalam buku tersebut menceritakan tentang bagaimana kakeknya Alm. Tb. Aat Syafa’at berkomunikasi dengan cucu-cucunya, menanamkan nilai agama.

“Buku ini saya tulis selama dua minggu dibantu oleh adik saya Rizki Khairul Ichwan, yang mengupas seputar petuah-petuah bijak kepada kami cucunya, yang mungkin tidak diketahui oleh semua orang,” ujar Maizan di sela acara launching dan bedah buku di Pondok Yatim Piatu Darus Syafa’at, Sabtu (18/2/2017).

Maizan berharap, buku yang ditulisnya tersebut bisa memberikan nasihat kepada semua pihak, khususnya bagi generasi muda.

“Mudah-mudahan nasihatnya bukan kita sendiri yang bisa menerima, tetapi untuk generasi muda cilegon juga nasihatnya bisa merasakan dan dijalankan,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi dalam sambutannya mengatakan, dirinya selaku Walikota memberikan apresiasi kepada dr. Maizan Khairun Nissa penulis buku “Papa Nde, Nasihat Perjuangan Sang Panutan”.

“Tujuan yang mulia dari ananda Maizan ketika menulis buku ini harus mendapat apresiasi kita bersama. Apalagi kita semua wajib mengingat Alm. Tb. Aat Syafa’at merupakan sosok pemimpin yang selalu berusaha dekat dengan masyarakat semasa hidupnya,” ungkapnya.

Walikota mengajak kepada semua unsur masyarakat untuk kembali bisa mengingat dan menghidupkan kembali kesan-kesan beliau yang telah terkenal di hati masyarakat.

“Mari kita sama-sama membaca karya ananda Maizan dan memasuki kehidupan Pak Aat, yang barangkali belum diketahui oleh kebanyakan orang, kemudian kita gunakan sebagai inspirasi,” tutur Iman. (Adnan)