Nasib Djarot di Pilgub Sumut Berada di Tangan PPP

136 views

SpiritNews.Co, Jakarta | Nasib Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumatera Utara berada di tangan PPP. Pasalnya, bila PPP tak masuk bersama koalisi PDIP, Djarot tak bisa mengantongi tiket di Pilgub Sumut.

Di sisi lain, pertemuan Djarot dengan PPP terkait dukungan belum menghasilkan keputusan positif. PPP disebut-sebut tak sepakat dengan pasangan Djarot, Sihar Sitorus, dan menginginkan kadernya, Fadly Nurzal yang menjadi cawagub.

“Itu adalah aspirasi dari struktur partai, artinya kalaupun koalisi, misalnya cawagub dari PPP. Itu kan aspirasi yang harus di dengarkan,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani usai pertemuan dengan Djarot di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2017.

Bahkan menurut Arsul, ada aspirasi dari pengurus PPP di Sumut yang meminta agar partai pimpinan Ketum Romahurmuziy itu tidak mendukung siapa-siapa di Pilgub Sumut. Itu bila aspirasi mereka tak dipenuhi PDIP.

“Kemudian ada sporadis yang menginginkan PPP untuk di Pilgub Sumut itu netral saja, tidak ke mana-mana,” kata Arsul.

Usai rapat bersama PPP selama lima jam, Djarot langsung bergegas pergi menuju kantor DPP PDIP yang berada di sebelah kantor DPP PPP. Arsul membantah diskusi PPP dengan Djarot diwarnai perdebatan sengit.

“Nggak, jadi gini kalau orang Medan bicara walaupun nggak marah, itu sama seperti teriak-teriak. Pak Romi ini kan orang Yogja kan, santun. Saya ini kan Jawa, masih pesisir,” tutur anggota Komisi III DPR itu.

Menurut Arsul, Djarot tak ikut dalam rapat internal PPP. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menunggu di ruangan berbeda sebelum diajak berdiskusi dengan jajaran PPP soal dukungan di Pilgub Sumut.

“Tadi kan pertemuannya nggak ada pak Djarot, jadi pak Djarot menunggu di ruangan, kami internal. Kalau soal kesel, kecewa, ya di politik nggak boleh kecewa,” ungkap Arsul.

Meski belum ada keputusan akan mendukung Djarot, Arsul mengatakan PPP tak akan mendukung JR Saragih-Ance Selian di Pilgub Sumut. Dia tak menyebut alasannya. Sementara pasangan lainnya, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, hari ini sudah mendaftar ke KPUD Sumut.

“Artinya semua opsi masih terbuka, tapi kalau mendukung pak JR Saragih, nggak lah. Nggak usah (disebut alasannya), pasti sudah tau lah,” terang Arsul.

Sementara itu Wasekjen PPP Ahmad Baidowi (Awiek) menyebut kehadiran Djarot ke PPP adalah untuk meminta dukungan dari partainya. Sebab Djarot masih kekurangan empat kursi di DPRD Sumut untuk bisa maju. PPP memiliki empat kursi sehingga bisa menggenapi dukungan PDIP kepada Djarot.

“Tadi Pak Djarot ke DPP untuk mencari dukungan karena PDIP hanya 16 kursi, PPP ada empat. Kalau koalisi cocok,” jelas Awiek, Senin, 8 Januari 2018.

Meski begitu menurut Awiek, PPP masih harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada. Apalagi menurut dia, pasangan Djarot-Sihas Sitorus masih baru.

“Jadi soal komunikasi, kan harus diperkenalkan dulu, penjajakan dulu minimal ke DPW. Bagaimana kansnya. Mudah-mudahan besok ada keputusan,” kata Awiek.

Dia mengakui memang ada pembicaraan mengenai Fadly Nurzal untuk menjadi pendamping Djarot. Namun itu disebut Awiek masih dalam tahap diskusi.

“Namanya permohonan ada lah, tapi kan kita juga harus lihat ada tren kemenangannya nggak. Hanya inventarisir peluang dan tantangan. Kalau pak Edy-Ijeck seperti apa, JH Saragih gimana, lalu Pak Djarot, sedang dikaji,” paparnya.

Awiek juga membantah bila dikatakan Djarot ‘tersandera’ PPP. Sebab menurut dia, Djarot masih bisa mungkin didukung partai lain.

“Kalau yang lain belum bisa dikatakan firm mendukung (salah satu pasangan), kalau belum daftar ke KPU,” tukas Awiek.

Fadly Nurzal merupakan Ketua DPW PPP PPP. Saat ini dia merupakan anggota Komisi IV DPR RI.

Seperti diketahui, pasangan Djarot-Sihar yang baru diusung PDIP masih butuh 4 kursi dari 20 kursi DPRD yang dipersyaratkan untuk pendaftaran calon ke KPU. Ada dua pasangan calon yang sudah mengantongi dukungan cukup.

Pasangan Letjen Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah diusung PKS, PAN, Gerindra, NasDem, Hanura dan Golkar. Sedangkan pasangan JR Saragih-Ance Selian didukung Demokrat, PKB, PKPI. (red)

Djarot PDIP Pilgub Sumut 2018 Pilkada 2018 Pilkada Serentak PPP