Miliki Sabu, AK Diciduk Satresnarkoba Polres Pandeglang

17 views

Spiritnews.co | Pandeglang – Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengungkap pelaku tindak pidana Narkoba jenis Sabu berinisial AK (40) di wilayah Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (09/04/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Kabidhumas AKBP Edy Sumardi P SIK MH kepada awak media membenarkan bahwa adanya penangkapan pelaku Penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu oleh tim Satnarkoba Polres Pandeglang.

“Berawal adanya informasi dari masyarakat, tim Resnarkoba Polres Pandeglang melakukan penyelidikan disebuah rumah kontrakan yang berada di Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang yang diduga adanya penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu di tempat tersebut. Tanpa waktu lama, tim langsung menuju ke lokasi. Tersangka AK tidak dapat mengelak saat petugas mendapatinya memiliki barang haram tersebut,” terang AKBP Edy Sumardi, Rabu (10/04/2019).

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Kapolres Pandeglang AKBP Indra L. Amstono menambahkan, bahwa saat dilakukan penggledahan ditemukan 1 bungkus plastik bening berisikan Narkotika jenis shabu dengan berat Bruto 0,38 gram yang di bungkus dengan Tisu yang disimpan didalam bungkus bekas permen.

Selanjutnya, ditemukan barang bukti satu buah handphone Android dan 1 buah kartu ATM bank BCA yang terletak disaku celananya bagian belakang. “Saat ditanya kepada tersangka, dirinya mengakui barang haram tersebut milik dirinya,” ungkap Edy Sumardi.

Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) setiap orang yang tanpa haknya atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika bukan tanaman akan di penjara maksimal 12 tahun Penjara. Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Pandeglang guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Banten menghimbau kepada masyarakat untuk hindari Narkoba dan mohon peran aktif tokoh masyarakat untuk bisa membantu peran Polri dan memberantas Narkoba dengan cara melaporkan ke kantor Polisi terdekat. “Mengawasi perilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang begitu rawan digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,” imbaunya. [dewi]