Menikah di Yogyakarta, Pelaminannya Mobil Damkar

168 views

Sejumlah pasangan yang mengikuti nikah massal yang pelaksanaannya dilakukan di atas mobil pemadam kebakaran di pintu keluar DPRD DI Yogyakarta, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa, 26 September 2017.

SpiritNews.Co, Yogyakarta | Pernikahan pada umumnya berlangsung di atas pelaminan berupa panggung. Namun, dalam pernikahan di Kota Yogyakarta ini, para pengantin duduk di atas mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta sebagai pelaminan.

Pesertanya pun tak hanya sepasang. Ada delapan pasangan menikah bersama di pintu keluar gedung DPRD DI Yogyakarta, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada hari ini, Selasa, 26 September 2017.

Para pengantin ini merupakan warga Kota Yogyakarta yang mengikuti pernikahan bareng dengan tajuk “Nikah Bareng Pancasila Sakti”.

Kedelapan pasangan ini menikah secara resmi yang proses ijab kabulnya dipimpin Kepala KUA Danurejan.

Pernikahan mereka pun disaksikan langsung Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Pasangan yang menikah itu pun terlihat mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Ada yang memakai pakaian adat Jawa, Palembang, Padang, dan lainnya.

Pernikahan ini menjadi perhatian banyak orang di kawasan Malioboro. Pengendara kendaraan bermotor yang melintasi Jalan Malioboro mengurangi kecepatan untuk melihat pernikahan itu. Sedangkan para pejalan kaki banyak yang mengabadikan momen yang jarang ditemukan itu.

Selain menikah di atas mobil damkar, proses akad pernikahan kedelapan pasangan ini juga tak biasa. Mempelai pria harus membaca teks Pancasila sebelum membacakan ijab kabul. Tak hanya itu, para mempelai pria juga harus menyiapkan teks Pancasila dan seperangkat alat salat sebagai mahar pernikahan.

“Pernikahan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari jadi Kota Yogyakarta, hari kesaktian pancasila, dan hari jadi Forum Taaruf Indonesia Sewon (Fortais),” kata Penggagas Acara Nikah Bareng Pancasila Sakti, Ryan Budi Nuryanto, di Jalan Malioboro.

Ryan memastikan, Nikah Bareng Pancasila Sakti di atas mobil damkar itu merupakan peristiwa langka dan belum pernah terjadi di Indonesia. Ia pun mengklaim jika pernikahan tersebut itu baru pertama kali dilakukan di dunia.

Bukan tanpa alasan, dia sudah mencari referensi ataupun catatan mengenai pernikahan massal yang upacaranya dilakukan di atas mobil damkar.

“Sebelum mengadakan acara ini, saya sudah cari di internet, belum pernah dilakukan dan ini dilakukannya juga massal. Makanya saya berani klaim. Memang tidak didaftarkan ke Museum Rekor, karena kami juga memiliki keterbatasan,” ujar Ryan.

Ryan mengatakan, pernikahan massal itu merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Kota Yogyakarta, Fortais, dan elemen masyarakat lainnya.

Menurut dia, pasangan yang mengikuti pernikahan massal itu tidak dipungut biaya sepeser pun, namun mereka harus memenuhi syarat administrasi untuk bisa menikah secara resmi.

“Tadinya ada 25 pasangan yang mendaftar acara ini. Tapi cuman delapan pasangan yang bisa ikut karena berkas untuk bisa menikahnya lebih lengkap. Sisanya persyaratannya kurang lengkap, seperti kalau sudah cerai, surat cerainya belum ada, dan lainnya,” kata Ryan.

Terkait mahar berupa teks Pancasila, Ryan mengatakan, hal itu memang menjadi syarat utama pernikahan massal gratis ini.

Harapannya, kata dia, pasangan yang menikah tersebut bisa mengamalkan dan mempraktikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila usai menikah nanti.

“Sebelum menikah, kami bekali mereka dengan kursus secara agama, sosial dan manajemen keuangan. Tapi kami juga bekali mereka nilai-nilai Pancasila, harapannya, pasangan ini memiliki jiwa Pancasila dan kelak bisa mendidik anak-anaknya dengan ideologi Pancasila,” kata Ryan.

Sementara itu, alasan mempelai pria membaca Pancasila sebelum ijab kabul, lanjut Ryan, adalah agar sang suami tidak hanya berjanji membina rumah tangga dengan istrinya, tetapi juga mengamalkan Pancasila di dalam kehidupannya.

Sebagai tanda pun setiap pasangan yang menikah tersebut berikan cincin kawin yang didesain spesial.

“Cincin ini terukir nama juga terukir Pancasila yang akan melekat di jari mereka sepanjang hayat,” kata Ryan.

Adapun dipilihnya mobil damkar sebagai pelaminan, Ryan mengaku ada alasan khusus.

Menurut dia, pemadam kebakaran itu memiliki slogan ‘pantang pulang sebelum padam’ yang dinilai memiliki keterkaitan dengan tujuan dari diadakan pernikahan dan kondisi masyarakat saat ini.

“Nah sekarang ini banyak masyarakat galau terhadap sikap nasionalisme, Pancasila dan galau kalau mau menikah. Nah kami dengan menikah di atas mobil ini bisa memadamkan kegalauan masyarakat ini. Dalam artian mereka bisa menikah secara resmi dan memiliki sikap nasionalisme dengan membaca dan mengamalkan Pancasila,” kata Ryan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan, nikah massal dengan mahar teks Pancasila itu merupakan momentum langka dan istimewa. Selain maharnya yang tak biasa, pernikahan tersebut diadakan di tengah-tengah Malioboro yang merupakan ikon Kota Yogyakarta.

“Dan yang paling penting kita tahu yang menikah itu janji suci dalam ikatan yang suci dan sah,” kata Heroe.

Heroe mengatakan, nikah massal bukan tersebut hal yang pertama kali dilakukan di Kota Yogyakarta. Menurutnya, pernikahan massal itu merupakan salah satu upaya untuk mendorong minat masyarakat untuk berwisata ke Kota Yogyakarta.

“Kami terus mendorong kelompok masyarakat di Kota Yogyakarta melakukan acara atau event unik. Harapannya, setiap event dan momen yang diadakan itu melahirkan ikon baru di Kota Yogyakarta,” kata Heroe. (red)