Mendagri Minta Gubernur Sulteng Panggil Wakil Bupati Morowali Utara yang Ngamuk saat Pelantikan

39 views

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

SpiritNews.Co, Jakarta | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola segera memanggil Wakil Bupati Morowali Utara Asrar Abdul Samad setelah mengamuk dalam acara pelantikan jabatan, Jumat, 9 Februari 2018.

“Kemendagri meminta Gubernur untuk mengundang (yang bersangkutan) karena gubernur adalah wakil pemerintah pusat dalam konteks pengawasan dan pembinaan,” kata Tjahjo seperti dilansir dari kompas.com, Sabtu, 10 Februari 2018.

Tjahjo berharap, setiap orang yang menjadi pemimpin di daerah bisa memberikan contoh atau teladan yang baik. Dia juga meminta agar terbangun komunikasi yang baik antar pemimpin daerah.

“Tidak ada sanksi. Makanya kami minta Gubernur untuk mengundang. Baru setelah itu Gubernur melaporkan ke kami,” kata Tjahjo.

Sebelumnya, insiden memalukan dimana kepala daerah ngamuk kembali terjadi. Setelah Abdul Saleh, Wakil Bupati Tolitoli, Sulawesi Tengah pada Rabu (31/1/2018), kali ini giliran Asrar Abdul Samad, Wakil Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Sebelumnya diberitakan, Asrar mengamuk dan melampiaskan kemarahannya ketika berlangsung upacara pelantikan 49 orang pejabat eselon III dan 84 orang pejabat eselon IV di aula Kantor Bupati Morowali Utara, Kolonodale, pada Jumat (9/2/2018).

Insiden bermula saat protokoler membacakan Surat Keputusan (SK) Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor tentang pejabat eselon III.

Tiba-tiba Asrar yang sedang duduk berdampingan, turun dari panggung. Kemudian ia bergegas menuju protokoler tersebut, lalu merampas naskah SK dan merobek-robeknya di depan tamu undangan yang hadir.

Dia juga disebut melempar foto bupati yang dibingkai ke jalanan dari lantai dua. Sambil ngamuk, Asrar berteriak-teriak minta pelantikan dihentikan.

Dengan sigap, petugas keamanan langsung mengamankan Asrar dan membawanya keluar ruangan. Namun, di luar ruangan, dia menendang mobil Toyota Fortuner berplat nomor dinas DN 1 D.

Mobil tersebut adalah mobil bupati. Akibatnya, badan mobil tampak penyok akibat tendangan cukup keras.

Diduga, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini ngamuk lantaran tak dilibatkan dalam pengangkatan pejabat oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Morowali Utara. (kpc/red)