Masyarakat di 6 Kecamatan di Serang Diberikan Sosialisasi Tentang Pra Nikah

165 views

SpiritNews.Co, Serang | Kementrian Agaman (Kemenag) Kabupaten Serang, Banten, menggelar Kursus Pra Nikah untuk warga di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Pabuaran, Gunung Sari, Mancak, Baros, Ciomas dan Kecamatan Padarincang, Rabu, 20 September 2017, di Gedung Puskesmas Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

“Berbahagialah bagi kalian yang akan menikah. Namun bagaimana caranya bisa sakinah, mawadah, warohmah, dan sah menurut agama dan peraturan. Itu yang dikupas pada kursus ini,” kata H. Abdurahman, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Serang.

Menurutnya, pada tahun 2016 di Kabupaten Serang terdapat ribuan pernikahan, namun tidak sedikit yang bercerai. Abdurahman memberikan saran kepada peserta kursus agar setelah menikah nanti, harus saling memahami karena tidak ada kesempurnaan. Tetapi pasangan itu adalah pilihan mereka, yang terbaik menurutnya.

“Saling memahami dan mengisi kekurangan suami dan istri. Hak dan kewajiban dalam rumah tangga juga harus dijunjung tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pabuaran, H. Ahmad Syahroni menuturkan, bahwa Kursus Pra Nikah untuk orang yang sudah berusia layak menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Tahun ini menyasar ratusan peserta yang terbagi menjadi VI angkatan di lima Kecamatan di Kabupaten Serang, dan setiap angkatan 150 peserta,” katanya.

Dia juga menjelaskan, selama dua hari atau 18 jam pelajaran, peserta kursus diberikan materi berupa peraturan menyangkut pernikahan, tentang perlindungan terhadap anak dan perempuan, fungsi-fungsi keluarga, dan KDRT.

“Harapannya setelah dapat kursus ini mempunyai kado atau hidup baru, dengan penuh tanggung jawab dan benar dalam berumah tangga,” katanya.

Sementara Kepala Puskesmas Kecamatan Pabuaran H. Nasir Al Afgani selaku Fasilitator mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan Pra nikah ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada pelaksana kegiatan ini yang sudah mengadakan acara pra nikah ini selama dua hari, kami berharap agar semua peserta dapat memahaminya,” pungkasnya. (Anas)