Mahasiswa Bantah Ada Provokasi di Jambore Nasional

287 views

Aliansi Mahasiswa Jambore Nasional Independen (AMJI) menolak aksi massa di depan rumah Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono merupakan hasil kesepakatan peserta jambore. Konferensi pers dilakukan di depan Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

SpiritNews.Co, Jakarta | Aliansi Mahasiswa Jambore Nasional Independen (AMJI) menyatakan, tidak ada provokasi dari pemateri Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia untuk melakukan aksi unjuk rasa ke kediaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Kuningan.

“Tidak ada yang mengarahkan,” kata Juru Bicara AMJI Syahid Yusuf di depan Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Jambore yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, berlangsung pada 4-6 Februari 2017.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki hadir memberikan pemaparan kepada mahasiswa. Selain Teten, hadir pula mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Menurut Syahid, Antasari bercerita adanya kriminalisasi terhadap dirinya dalam kasus kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

Syahid kembali menegaskan bahwa tidak ada provokasi yang diucapkan Antasari kepada mahasiswa.

“Antasari, ya bilang dia merasa dikriminalisasi. Cuma dia tidak menyatakan, ‘Kalian harus mendukung saya, kalian harus melakukan aksi’. Enggak seperti itu,” ucap Syahid.

Syahid menduga ada pihak yang sengaja mengarahkan mahasiswa untuk melakukan aksi di depan rumah SBY.

Dugaan itu didasari oleh adanya alumni universitas yang datang di sela-sela mahasiswa.

Sementara itu, mahasiswa Universitas Bung Karno, Juna mengatakan, tidak ada musyawarah-mufakat dalam sebuah forum di jambore untuk melakukan aksi di depan rumah SBY. Ia menilai keputusan aksi itu terjadi secara sepihak.

“Karena banyak mahasiswa yang tidak sepakat, maka teman-teman dari Jakarta, Riau, Aceh, dan tempat lain menarik diri karena tidak sependapat jika mahasiswa ingin diarahkan kepada salah satu pihak,” ujar Juna.

AMJI merupakan aliansi yang terdiri dari gabungan mahasiswa dari beberapa universitas di Aceh dan Jakarta.

Universitas itu antara lain Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Nasional, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP), Universitas Yarsi.

Selain itu, ada juga mahasiswa dari Universitas Pancasila. Selain itu, Universitas Malikussaleh, Universitas Abulytama, Unsyiah Kuala, UIN Raniry, UNMUHA, Universitas Malahayati, Politeknik Aceh, dan Universitas Almuslim. (red)