LPA Kota Cilegon Resmi Terbentuk

292 views

SpiritNews.Co, Cilegon | Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten membentuk LPA Kota Cilegon yang dikoordinasi oleh Komisi Nasional (Komnas) agar bisa menjangkau pemenuhan hak anak di tingkat daerah kabupaten/kota.

Pembentukan tersebut dibicarakan melalui acara Forum Daerah (Forda) LPA Kota Cilegon yang digelar di RM Beruga Cilegon, Sabtu 05 Agustus 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LPA Provinsi Banten, Uut Lutfi mengucapkan selamat kepada Ketua LPA Kota Cilegon yang terpilih, Akhdi Romli beserta jajaran pengurus LPA Kota Cilegon.

Dosen Hukum Untirta yang ikut juga menjabat Komisioner di Komnas Perlindungan Anak Pusat, berharap dengan terbentuknya LPA di Cilegon mampu menjangkau hingga ke tingkat Kecamatan dan Kelurahan dalam menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak yang ada di Kota Cilegon.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada LPA Kota Cilegon yang sudah terbentuk, dengan dibentuknya LPA Kota Cilegon melalui Forda, sudah ada enam kabupaten kota di Banten yang sudah terbentuk. Langkah LPA dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada anak-anak hingga di Kecamatan dan Kelurahan tentu menjadi lebih mudah. Dalam waktu dekat, Kota Tangerang dan Kota Tangsel juga akan segera terbentuk,” ujarnya

Ketua LPA Kota Cilegon Akhdi Romli menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Cilegon sudah mengupayakan penuh hak anak dengan mambangun Taman Layak Anak di tengah kota, sekarang tugas LPA Kota Cilegon untuk mendampingi pemerintah dalam melindungi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya ancaman kekerasan terhadap anak.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kota Cilegon yang sudah memberikan pemenuhan hak anak untuk bermain dengan membangun Taman Layak Anak, dan nanti akan ada program dari Provinsi Banten yaitu Gerakan Perlindungan Anak Sekampung(GPAS) hingga tingkat Kelurahan,” jelasnya.

“Akan kami dorong program tersebut agar menjadi perhatian bersama masyarakat di kelurahan, kami akan ajak masyarakat untuk sama-sama melindungi anak dari ancaman kekerasan terhadap anak,” tambahnya. (Adnan)