LPA Banten: Waspadai Kejahatan Terhadap Anak Banyak Dilakukan Oleh Orang Dekat

142 views

Didik Ahmad Suwaidi, Ketua Bidang Sosialisasi dan Promosi Hak Anak LPA Provinsi Banten dalam acara kegiatan Pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Angkatan IV Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, di Hotel Le Dian, 16 – 19 Oktober 2017.

BANTEN | Perlindunga Anak harus sampai di keluarga, sebab kadang menjadi latah di masyarakat kalau sudah kejadian baru sadar, jadi saya mengajak kepada seluruh unsur masyarakat untuk sadar bahwa kejahatan anak banyak dilakukan oleh orang dekat, mulai dari keluarga, tetangga, teman dan sebagainya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Didik Ahmad Suwaidi, Ketua Bidang Sosialisasi dan Promosi Hak Anak LPA Provinsi Banten dalam acara kegiatan Pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Angkatan IV Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, di Hotel Le Dian, 16 – 19 Oktober 2017.

Dihadapan perwakilan Kabupaten Kota se-Provinsi Banten dari unsur OPD, termasuk Tangsel dan Cilegon yang sudah berhasil membentuk PATBM di seluruh kelurahan, Didik menjelaskan, bahwa kegiatan ini disusun secara sistematis.

“Karena diawal sesi Review PATBM, harapan peserta, evaluasi setiap sesi, penganggaran hingga Rencana Tindak Lanjut sehingga para kader yang dilatih dapat dengan mudah mensosialisasikan ke tingkat kelurahan ataw desa,” kata Didik.

Selain Fasilitator daerah, penyelenggara juga mendatangkan pemateri dari POLDA Banten dan Fasilitator Nasional Ibun Yuni.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas DP3AKKB, Siti Ma’ani Nina, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Eminiwati, dan Kasi Perlindungan Khusus Anak Sri Murtiningsih.

Dalam sambutannya, Ma’ani Nina menyampaikan, bahwa PATBM fokus pada pencegahan diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana yang layak dan aman. Target sebaran sebanyak 1.551 Desa dan Kelurahan dalam waktu 5 tahun dengan pertimbangan PATBM menjadi kegiatan strategis dimulai dari provinsi, kab/kota, kecamatan, desa, RW, RT sampai di keluarga.

“Kita akan mendorong kepada seluruh komponen pemerintah dan masyarakat. PATBM intinya mensosialisasikan dan merespon setiap kejadian terhadap anak,” kata Ma’ani Nina.

Kegiatan Pelatihan tersebut adalah merupakan rencana tindak lanjut dari TOT yang di laksanakan Bogor Agustus lalu dengan diikuti 17 Provinsi. Fasilitator kali ini berasal dari LPA Banten, PSW Untirta, DP3AKKB Kabupaten dan Provinsi, P3KC dan P2TP2A.

Dalam petikannya, Ubik, Ketua Pelaksana Pelatihan menjelaskan bahwa ada rencana tindak lanjut dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.

“Acara ini dapat terselenggara atas dukungan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak RI. Melalui dinas KPPA Dinas DP3AKKB Provinsi yang terus menggenjot upaya pencegahan kekerasan terhadap anak sangat inten terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak,” kata Ubik. (*)