Lebak dan Serang Menuju Kota Layak Anak

121 views

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait (tengah) tampil sebagai narasumber.

SpiritNews.Co, Serang | Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengungkapkan, untuk mempersiapkan dan membangun sumberdaya manusia yang tangguh dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi, dan penelantaran terhadap anak di wilayah Kabupaten Lebak dan Kota Serang, Banten, diperlukan komitmen dan kemauan politik pemerintah (politicall will) serta masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Lebak dan Kota Serang sebagai kota menuju layak anak.

“Untuk menuju sebuah kota layak anak, diperlukan langkah-langkah progresif dan terukur di antaranya seperti membangun dan mempersiapkan proses belajar dan mengajar di sekolah ramah anak,” jelas Arist Merdeka Sirait dalam Seminar Nasional yang mengangkat tema Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak di Lebak yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pemerintahan Kabupaten Lebak dalam acara Deklarasi Serang Menuju Kota Layak Anak di Hotel Abadi Serang, Rabu lalu, 22 November 2017.

Juga yang kalah penting, kata Arist, layanan kesehatan yang ramah anak serta mengubah cara pandang, persepsi serta paradigama pola pengasuhan keluarga dan masyarakat yang serba otoriter menjadi pola pengasuhan yang dialogis dan partisipatif dalam kehidupan masyarakat Banten.

“Untuk membangun dan mempersiapkan anak Banten yang berkualitas di masa depan, anak-anak Banten harus ditempatkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai manusia berharkat dan bermartabat yang dianugerahkan dan diamanahkan oleh Allah untuk wajib dijaga dan dilindungi,” tegas Arist.

Di samping itu, kata Arist, untuk menuju kota layak huni anak, pemerintah atas dukungan legislatif harus mempersiapkan infrastruktur dan produk-produk hukum yang berbasis pada kepentingan terbaik anak.

“Dalam mempersiapkan sebuah kota menuju layak dan bersahabat dengan anak, anak-anak juga wajib dilibatkan dalam menentukan masa depannya dalam pembangunan daerah dan nasional sebagai wujud dari hak partisipasi anak, untuk didengar pendapatnya yang bertalian dengan kepentingan terbaik anak,” papar Arist.

Diskusi interaktif terbuka yang dilakukan Dinas Kesehatan Lebak tersebut dihadiri kurang lebih 300 peserta yang terdiri atas para pejabat tinggi di pemerintahan Kabupaten Lebak, Muspida Lebak, guru dan para orangtua mewakili anggota masyarakat.

Diskusi interaktif dibuka Bupati Lebak yang diwakili ASDA II Pemerintahan Lebak. Sementara Arist Merdeka Sirait dan Sekjen Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko tampil sebagai narasumber.

Bupati Lebak dalam sambutannya yang dibacakan Asda II Pemerintah Lebak menekankan, untuk mewujudkan Lebak Kota Layak Anak maka perlu komitmen dan dukungan semua jajaran pemerintah dan terlebih masyarakat Lebak.

“Saya mendesak jajaran pemerintahan untuk mengambil tanggungjawab sesuai dengan tupoksinya untuk mendukung Lebak Menuju Kota Layak Anak,” pesan Bupati Lebak di hadapan ratusan anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah Serang.

Apa yang dikemukakan Bupati Lebak senada dengan Wakil Wali Kota Serang yang memberikan arahan sekaligus membuka acara Deklarasi Serang Menuju Kota Layak.

“Komnas Perlindungan Anak bersama LPA Provinsi Banten, LPA Lebak, LPA Serang dan dukungan LPA Kabupaten Tangerang sebagai institusi atau lembaga independen yang menggerakkan pembelaan dan perlindungan anak di Banten dan di Indonesia, menyambut dan mendukung secara penuh Kabupaten Lebak dan Kota Serang sebagai Kota menuju layak dan bersahabat dengan anak,” jelas Arist di akhir acara.

Disebutkan, dalam rangkaian acara yang berkaitan dengan Hari Anak Dunia yang jatuh pada 20 November itu juga diisi oleh Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten, LPA Serang, LPA Lebak, dan LPA Kabupaten Tangerang dengan melakukan Roadshow Gerakan Perlindungan Anak Sekampung Banten.

“Termasuk roadshow mengunjungi dan diskusi dengan komunitas anak Baduy sebagai salah satu syarat mempersiapkan Kabupaten Lebak dan Kota Serang menuju kota layak dan bersabahat dengan anak,” demikian Arist.

 

(red)