Lari Pagi Bersama Jokowi, Airlangga Dinilai Selangkah di Depan

45 views

Joko Widodo dan Airlangga Hartarto olahraga pagi di Kebun Raya Bogor.

SpiritNews.Co, Jakarta | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk berolahraga atau lari pagi di Kebun Raya Bogor pada Sabtu 24 Maret 2018 pagi. Dalam pertemuan nonformal tersebut keduanya diketahui juga melakukan perbincangan terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar mengatakan, posisi Airlangga dinilai selangkah lebih depan dibandingkan para ketua umum partai politik lainnya untuk dapat mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Pasalnya, Airlangga adalah orang pertama yang diajak untuk bertemu secara nonformal oleh Jokowi guna membahas beragam isu kebangsaan.

“Saya melihat dari berbagai parpol yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi, ini baru Airlangga yang diajak secara pribadi oleh Jokowi untuk olahraga. Memang ada semacam sinyal bahwa ada kemungkinan besar Airlangga ini menjadi pendamping Jokowi,” ujar Idil seperti dilansir dari Okezone, Minggu, 25 Maret 2018.

Menurut Idil, jika dilihat secara politik memang terlihat bahwa ada hal yang sangat krusial yang perlu dibicarakan Jokowi kepada Airlangga. Sehingga, ia mengundang Airlangga secara pribadi untuk menemaninya berolahraga pagi.

“Saya pikir itu tidak sekadar olahraga ya, pasti ada pembicaraan krusial yang dilakukan mereka berdua terkait konsolidasi 2019,” ungkapnya.

Peluang Airlangga untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 pun dinilai kian membesar lantaran sebelumnya, pendamping Jokowi di periode awal kepemimpinannya yakni Jusuf Kalla juga merupakan kader Golkar.

Menurut Idil, tidak menuntup kemungkinan Airlangga pun memanfaatkan ini untuk membangun tradisi partai dalam pemerintahan Indonesia.

Lanjut Idil, meskipun Airlangga yang dinilai tidak mampu memberikan dampak elektoral yang baik jika mendampingi Jokowi, hal tersebut bukanlah menjadi permasalahan besar.

Hal tersebut lantaran elektabilitas Jokowi yang telah tinggi dianggap tidak perlu mendapatkan pasangan yang memiliki dampak elektoral yang tinggi pula.

Jika Airlangga tetap ingin mendongkrak elektabilitasnya, Golkar sebagai partai yang menaunginya dan memiliki mesin partai yang solid dirasa memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan elektabilitas Airlangga dalam waktu cepat.

“Kalau lihat dari pola dinamika politik selama ini yang paling banyak disorot kan sosok Jokowi-nya. Jadi, pada akhirnya orang lebih melihat sosok Jokowi ketimbang siapa yang akan menjadi calonnya,” tandasnya. (okz/red)