KPU Sebut Pilkada 2018 Rawan Konflik?

128 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Jakarta | Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asyari mengatakan, pihaknya memperkirakan jalannya perhelatan Pilkada 2018 yang berlangsung di 171 daerah rawan akan terjadinya konflik.

Hasyim menuturkan, kerawanan itu terjadi karena pesta demokrasi yang akan dimulai pada Juni 2018 mendatang hampir melibatkan seluruh total pemilih yang ada di Tanah Air.

“Semua, karena semua yang terlibat dalam pikada 2018, 171 daerah jumlah pemilihnya lebih dari 50 persen yang terlibat se-Indonesia. Karena yang namanya Pemilu itu konflik, persaingan mencari kekuasaan,” ujarnya di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2017.

Ia menerangkan, ada dua daerah yang rawan terjadinya gesekan saat dihelat pesta demokrasi nanti, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan daerah lainnya juga bakal terjadi sesuatu yang mencoreng wajah sistem demokrasi.

“Misalkan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jumlah pemilihnya aja di sana udah lebih 50 persen yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hasyim berkata, pihaknya mengimbau kepada seluruh KPU yang ada di daerah untuk selalu menjaga integritasnya, agar kompetisi perebutan orang nomor satu di daerah yang menggelar pilkada berlangsung sehat.

“KPU bekerja sesuai aturan main. Kemudian perilaku teman-teman KPU berdasarkan kode etik. Kemudiann sesuai SOP yang telah ditentukan,” tandasnya.

Sekadar informasi, sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pilkada tahun depan. Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018 yang akan berlangsung pada bulan Juni. (red)