KPK Didorong Bentuk Unit Keamanan seperti SWAT

242 views

Penyidik KPK Novel Baswedan saat memimpin penggeledahan di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih.

SpiritNews.Co, Jakarta | Peneliti Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) perlu membuat unit keamanan khusus yang independen.

Unit tersebut nantinya bertugas mengawal dan mengamankan personel di KPK agar kejadian seperti yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan tak terjadi lagi.

Diketahui, Novel disiram air yang diduga air keras di bagian wajah oleh orang tak dikenal yang menyebabkan penglihatannya terganggu.

“Belajar dari kejadian upaya teror terhadap KPK selama hampir 14 tahun terakhir, maka sudah seharusnya KPK punya unit keamanan tersendiri (guardian of KPK),” ujar Emerson melalui keterangan tertulis, Jumat, 14 April 2017.

Unit tersebut, kata Emerson, dibentuk untuk melepaskan ketergantungan masalah keamanan di KPK dengan pihak lain, seperti kepolisian. Ia mencontohkan tim SWAT yang melengkapi Kepolisian Amerika.

“Mereka direkrut dan dilatih secara khusus dan bahkan dapat dipersenjatai,” kata Emerson.

Emerson mengatakan, unit keamanan KPK nantinya bertugas sebagai pengawal penyidik, pegawai, dan pimpinan KPK dalam kondisi khusus.

Kemudian, tim tersebut juga melakukan operasi senyap atau pengamanan untuk membantu tugas-tugas di bidang penindakan, termasuk operasi tangkap tangan. Selain itu, tim juga mengusut dan bisa menangkap pelaku teror terhadap KPK.

Emerson menekankan, KPK harus merekrut sendiri anggota tim keamanan tersebut.

“Sehingga memiliki loyalitas terhadap KPK, bukan ke instansi lain,” kata Emerson. (red)