KPK dan CIABOC Sri Langka Kolaborasi Perbaiki Skor CPI

12 views

Corruption Perception Index (CPI) Indonesia tahun 2018 sebesar 38 sebagaimana dirilis oleh Transparancy International (TI), menempatkan Indonesia pada posisi 89 dari 180 negara. Terdapat setidaknya 3 negara dengan skor dan posisi yang sama, yakni Sri Lanka, Bosnia dan Swaziland.

Mendapat skor yang sama dengan Indonesia, Sri Lanka melalui lembaga antikorupsinya bernama Commission to Investigate Allegations of Bribery or Corruption (CIABOC) mengunjungi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, selama kurang lebih sepekan. Keduanya akan berbagi informasi dan pengalaman memberantas korupsi agar skor CPI di tahun depan bisa naik peringkat.

“Saya ingin mengucapkan selamat datang di Indonesia, khususnya di KPK. Seperti yang kita ketahui, Indonesia dan Sri Lanka berada di peringkat yang sama dalam Indeks Persepsi Korupsi tahun 2018. Untuk itu, mari bersama-sama kita upayakan naik, karena permasalahan korupsi sangat kompleks,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam sambutannya di Gedung Merah Putih KPK, Senin (1/4).

Agus didampingi oleh pimpinan KPK lainnya Laode Muhammad Syarif, Alexander Marwata dan beberapa pejabat struktural menerima delegasi Sri Lanka yang dipimpin oleh Komisioner CIABOC Neville Guruge. Pada kesempatan ini, Neville mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dengan Sri Lanka secara historis sangat erat. Populasi keturunan Melayu di Sri Lanka sebagian besar berasal dari Indonesia.

“Semoga hubungan itu semakin erat dengan kerja sama yang kita bangun bersama dalam upaya memberantas korupsi,” ungkapnya.

KPK dan CIABOC secara khusus berbagi informasi dan pengalaman terkait strategi pencegahan korupsi nasional, strategi komunikasi, kontrol gratifikasi, kampanye publik dan pembangunan integritas. Forum berbagi ini berlangsung selama 4 hari, tanggal 1-4 April 2019 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC).

KPK juga akan mengajak CIABOC ke sejumlah organisasi masyarakat sipil yang mendukung dan mengawasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Salah satunya Indonesia Corruption Watch (ICW). “Memerangi korupsi tidak hanya untuk lembaga antikorupsi, ini adalah tanggung jawab bersama. Kita akan berbagi betapa pentingnya peran masyarakat sipil dalam memerangi korupsi,” pungkas Laode. [KPK]